Breaking News:

Terkini Daerah

Tersangka Penganiayaan Perawat RS Siloam Disebut Kooperatif, Polisi: Tidak Ada Penangguhan Penahanan

Kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang, CRS (28), masih terus berlanjut.

TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADHAN
Pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Palembang JT ditemui saat press release di Polrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021). 

Korban bahkan sempat disuruh sujud oleh pelaku lalu ditendang ketika sujud.

Kejadian itu akhirnya bisa diredakan setelah ada anggota Polri yang melerai.

"Benar pelaku sudah kita amankan tadi malam saat berada di kawasan OKI, begitu keberadaan pelaku JT berhasil diendus, pelaku pun langsung kita jemput (amankan-red), ke Polrestabes, Palembang," ungkap Kapolrestabes, Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, Sabtu, (17/4/2021).

Pelaku sendiri kini dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman 2,8 tahun penjara.

Pelaku mengaku emosi ketika dikabarkan anaknya menangis.

"Saya emosi hingga nekat mendatangi perawat tersebut di RS tersebut," ujarnya Sabtu (17/4/2021).

Ia bercerita dirinya kerap bolak balik antara rumah dan RS untuk bekerja dan menjenguk anaknya, pelaku berdalih rasa lelah itu turut menyulut emosinya.

"Anak saya sudah empat hari dirawat di sana dan saya harus bolak balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima," katanya.

Pelaku kini mengaku menyesali perbuatannya itu.

"Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya, saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam," tutupnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Kasus Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Polisi: Tidak Ada Penangguhan Penahanan, dan SRIPOKU.com dengan judulFakta Infus dan Darah Terkuak, Hasil Investigasi Perawat Siloam Dipukul Keluarga Pasien

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved