Breaking News:

Terkini Internasional

Tim UNPAR Raih Penghargaan Hardy C Dillard Award, Terbaik ke-17 di Seluruh Dunia

Ini adalah kali kedua UNPAR meraih Hardy C. Dillard Award setelah tahun 2008 memorials tim Jessup UNPAR menduduki peringkat ke-9 terbaik di dunia.

Dok. Pribadi
Prestasi membanggakan di tingkat internasional berhasil diraih oleh tim dari Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (“UNPAR”). Berdiri (dari kiri-kanan): Sabella Jane, Angelica Audrey, Nadya Theresia. Duduk (dari kiri-kanan): Mahdiyah Basuki, Theodore Lukas 

TRIBUNWOW.COM - Prestasi membanggakan di tingkat internasional berhasil diraih oleh tim dari Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (“UNPAR”) pada kompetisi the Philip C. Jessup International Moot Court Competition 2021 (“Jessup”) yang berakhir tanggal 18 April 2021.

Tim UNPAR meraih salah satu penghargaan Hardy C Dillard Award sebagai memorials (argumen tertulis) terbaik ke-17 pada kompetisi yang diikuti lebih dari 700 universitas dari seluruh dunia.

Ini adalah kali kedua UNPAR meraih Hardy C. Dillard Award setelah tahun 2008 memorials tim Jessup UNPAR menduduki peringkat ke-9 terbaik di dunia.

Baca juga: Dari 147 Universitas Seluruh Dunia, Unpar Capai 8 Besar Kompetisi Arbitrase Komersial Internasional

Sebelumnya, pada bulan Februari 2021 tim Jessup UNPAR juga menduduki peringkat kedua kategori memorials terbaik di putaran awal kompetisi Jessup tingkat Asia Pasifik. 

Kompetisi Jessup adalah kompetisi peradilan semu di bidang hukum publik internasional yang terbesar dan paling bergengsi di dunia.

Kompetisi ini pertama kali digelar pada tahun 1960 dan diselenggarakan setiap tahun pada tingkat nasional di Indonesia dan tingkat internasional di Washington, D.C.

Tahun ini, kompetisi tingkat nasional ditiadakan dan seluruh peserta dari seluruh dunia langsung bertanding menghadapi satu sama lain  secara online.

Universitas-universitas terkemuka seperti Harvard Law School dan Universitas Cambridge juga turut serta dalam kompetisi ini.

Dalam kompetisi peradilan semu, setiap tim dari universitas peserta berperan sebagai pengacara yang menghadapi kasus atau sengketa fiktif.

Setiap tim dalam kompetisi Jessup menyusun argumen melawan tim peserta yang lain di hadapan majelis yang sebagian besar merupakan pengacara, hakim serta akademisi hukum tingkat internasional.

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved