Breaking News:

Puasa Ramadan 2021

Apakah Boleh Salat Tarawih 2 Rakaat dan Salat Witir 1 Rakaat Saja saat Puasa Ramadan? Ini Kata Ustaz

Apakah boleh apabila umat Muslim hanya mengerjakan Salat Tarawih 2 rakaat dan 1 Rakaat untuk Salat Witir di saat bulan Puasa Ramadan?

Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Satu keluarga melaksanakan salat tarawih berjamaah di rumah, di kompleks Rancamanyar Regency 1, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2020). Apakah boleh apabila umat Muslim hanya mengerjakan Salat Tarawih 2 rakaat dan 1 Rakaat untuk Salat Witir di saat bulan Puasa Ramadan? Simak penjelasan Ustaz. 

TRIBUNWOW.COM - Di Bulan Ramadan, ada Salat Sunah yakni Salat Tarawih dan Witir.

Pada umumnya Salat Tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat dan 3 rakaat untuk Salat Witir.

Akan tetapi, apakah boleh apabila seorang Muslim hanya mengerjakan Salat Tarawih 2 rakaat dan 1 Rakaat untuk Salat Witir?

Baca juga: Bacaan Doa Niat Salat Tarawih dan Witir Mulai Malam Ini, Puasa Ramadan Jatuh Besok 13 April 2021

Baca juga: Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan 1442 H, Ucapkan saat Makan Sahur Besok Selasa 13 April 2021

Jawaban Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi

Boleh, Salat Tarawih kan sebenarnya adalah ibadah tambahan, untuk menyempurnakan puasa kita di bulan yang penuh berkah,

Apalagi di Bulan Ramadan, puasa kita akan dilipat gandakan oleh Allah.

Jadi kita dianjurkan untuk salat Tarawih, lebih utama berjamaah agar lebih ringan.

Tapi dalam kondisi misalnya kita tidak sempat berjamaah, ada kesibukan, tidak punya waktu, daripada tidak salat sama sekali, salat Tarawih 2 rakaat kemudian salat witir 1 rakat, boleh.

Baca juga: Tata Cara Mandi Junub Lengkap dengan Bacaan Doa Niat Mandi Junub, Bolehkah Dilakukan setelah Imsak?

Wahid Ahmadi
Wahid Ahmadi (Facebook/Wahid Ahmadi)

Tahun Ini Boleh Tarawih Berjemaah

Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah memperbolehkan salat tarawih dan Salat Idul Fitri berjamaah pada bulan Ramadan dan Syawal 1442 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (5/4/2021).

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan kegiatan idulfitri yaitu solat tarawih dan idulfitri. Pada dasarnya, diperkenankan atau diperbolehkan," kata Muhadjir.

Hanya saja salat tarawih dan salat ied berjamaah tersebut harus terbatas pada komunitas.

Artinya para jemaah di masjid yang menggelar salat Tarawih dan Ied sudah dikenali satu sama lain.

"Sehingga jemaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan," katanya.

Muhadjir meminta pelaksanaan salat tarawih dilaksanakan sesederhana mungkin.

Tujuannya agar waktu sholat berjamaah tidak terlalu panjang.

"Mengingat sekarang masih dalam kondisi darurat," katanya.

Selain itu Muhadjir juga meminta agar pelaksanaan salat Tarawih dan Ied nanti mematuhi Protokol Kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan usai beribadah.

"Juga diupayakan untuk mematuhi protokol yang sangat ketat, supaya menjaga tidak terjadi kerumunan, terutama pada saat sedang, akan datang menuju ke tempat salat jamaah, baik di lapangan maupun di masjid, maupun ketika saat bubar dari salat jamaah."

"Sehingga dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar, agar semuanya bisa berjalan dengan aman," pungkasnya. (*)

Berita terkait Puasa Ramadan 2021

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Perbolehkan Salat Tarawih dan Ied Berjamaah

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Niat Sholat Tarawihsholat TarawihTarawihSholat WitirNiat Salat Witir
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved