Breaking News:

Terkini Daerah

Makan-Makan seusai Rampok Dana BOS Rp 107 Juta, Pelaku Foya-Foya Berjudi hingga Beli TV

Satu anggota komplotan rampok spesialis pecah kaca di Prabumulih dibekuk polisi, Dona mengaku dapat Rp 17 juta hasil merampok dana BOS ratusan juta.

TRIBUN SUMSEL/EDISON
Maradona Bin M Ali Hasan (35), satu dari 5 bandit pecah kaca yang beraksi memecahkan kaca mobil Kepsek SMAN 1 Prabumulih dan membawa lari uang BOS ratusan juta. Maradona alias Dona mengaku mendapat bagian Rp 17 juta hasil merampok dana BOS sebesar Rp 107 juta. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang anggota komplotan rampok spesialis pecah kaca di Prabumulih, Sumatera Selatan berhasil dibekuk oleh polisi.

Penangkapan tersebut bermula dari laporan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Prabumulih, Maashobirin (55), yang kehilangan uang dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp 107 juta pada Rabu (17/3/2021).

Satu pelaku yang berhasil diciduk polisi, Maradona Bin M Ali Hasan (35) alias Dona mengaku dapat bagian Rp 17 juta.

ilustrasi komplotan bandit spesialis pecah kaca di Prabumulih merampok dana BOS sebesar Rp 107 juta.
ilustrasi komplotan bandit spesialis pecah kaca di Prabumulih merampok dana BOS sebesar Rp 107 juta. (Tribunnews.com)

Baca juga: Viral Warga Kejar Perampok di Jalan Raya, Sempat Ada Pengendara Lain yang Menghalang-halangi

Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, Dona diketahui berhasil diringkus oleh polisi di sebuah rumah kontrakan di Cimahi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Dona mengaku, uang yang ia dapat, digunakan oleh dirinya untuk berjudi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"Saya dapat bagian Rp 17 juta lalu saya bawa ke Linggau, uang saya pakai untuk judi sabung ayam," ungkap Dona ketika press release di halaman Polsek Prabumulih Timur, Kamis (8/4/2021).

Meskipun ditangkap di Bandung, Dona ternyata merupakan warga asal Lubuklinggau.

Ia berada di Bandung karena sedang bersembunyi seusai melakukan perampokan.

"Lalu dari Jakarta saya naik mobil ke Bandung dan Cimahi nyari kontakan untuk nyumput (bersembunyi-red), saya beli televisi dan transport pakai uang hasil bagian pecah kaca itu," ujar Dona.

Dona mengatakan, empat anak dan istrinya merupakan warga asli Lubuklinggau.

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved