Breaking News:

Teroris Serang Mabes Polri

Lihat Cara Amatir ZA Tembaki Polisi di Mabes Polri, BIN: Adik Satu Ini Membiarkan Diri Ditembak

Deputi VII BIN Wawan Purwanto mengamati cara terduga teroris Zakiah Aini (ZA) menyerang Mabes Polri layaknya penembak amatir.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
HO/TribunWow.com
Sosok terduga teroris (gamis hitam plus kerudung biru) tewas seusai terlibat baku tembak melawan polisi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) petang. 

TRIBUNWOW.COM - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto mengamati cara terduga teroris Zakiah Aini alias ZA (26) menyerang Mabes Polri.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (31/3/2021).

Diketahui ZA menembakkan airsoft gun kepada petugas yang berjaga di pos polisi Mabes Polri, Rabu sekitar pukul 16.30 WIB.

Deputi VII BIN Wawan Purwanto mengamati cara terduga teroris Zakiah Aini (ZA) menyerang Mabes Polri layaknya penembak amatir, dalam Mata Najwa, Rabu (31/3/2021).
Deputi VII BIN Wawan Purwanto mengamati cara terduga teroris Zakiah Aini (ZA) menyerang Mabes Polri layaknya penembak amatir, dalam Mata Najwa, Rabu (31/3/2021). (Capture YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Penjelasan Eks Teroris Sofyan Tsauri soal Serangan Mabes Polri: Nekat Sekali Sudah Yakin akan Mati

Wanita berusia 26 tahun itu kemudian ditembak mati di tempat.

Wawan menganalisis gerak-gerik serangan ZA yang terekam dalam CCTV layaknya penembak amatir.

"Persoalannya bocah ini atau saya katakan masih adik satu ini tidak berlatih menembak dengan pola formasi tempur," kata Wawan Purwanto.

"Dia masih sama sekali tidak mengerti ilmu medan, ilmu perang, dan lain sebagainya," lanjut dia.

Ia menyebut hal itu dapat dilihatnya melalui rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik serangan ZA.

Wawan menduga bahkan pelaku sengaja tidak mencari perlindungan.

"Iya, betul. (ZA) tidak merunduk di suatu lokasi yang aman, tidak melakukan tiarap, tidak melakukan di gorong-gorong, atau berdiri di balik suatu perlindungan yang cukup," papar Wawan.

"Jadi justru malah menurut saya membiarkan dirinya ditembak," komentar dia.

Baca juga: BIN Beberkan Rencana Teroris sejak Januari, Termasuk di Mabes Polri dan Makassar: Menunggu Timing

Wawan membenarkan ada kemungkinan ZA dengan sengaja tahu dirinya akan tewas atau dapat disebut aksi serangan bunuh diri.

Ia memberi contoh dengan menunjukkan bagaimana ZA mengarahkan senjata kepada petugas yang berjaga.

"Ketika berhadapan dengan petugas yang siap itu, dia menodongkan, tidak melesatkan peluru," kata Wawan.

Hal itu semakin membuktikan pelaku bukan orang yang terlatih, apalagi dibandingkan para petugas yang langsung siaga.

"Jadi ini yang menjadi salah satu indikasi bahwa dia belum berlatih secara militer atau pola-pola serang yang semestinya dilakukan sehingga sama sekali tidak ada korban berjatuhan," kata Wawan.

"Di samping itu memang capacity building dari markas atau objek-objek kita itu memang diperkuat, jadi senjata itu melekat. Sehingga ketika ada alarm seperti ini lantas terkepung dia," jelasnya.

Lihat videonya mulai menit 4.00:

Mantan Teroris: ZA Nekat Sekali Sudah Yakin akan Mati

Eks teroris Sofyan Tsauri menanggapi aksi teror yang dilancarkan ke Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan iNews, Rabu (31/3/2021).

Diketahui sebelumnya terjadi baku tembak antara petugas dengan terduga teroris bernama Zakiah Aini alias ZA (25), yang kemudian ditembak mati.

Baca juga: Fakta Klub Menembak yang Diikuti ZA Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri, Sudah Lama Bubar

Sesuai dengan keterangan polisi, Sofyan menilai ZA adalah terafiliasi dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Ia menjelaskan ada beberapa indikasi yang menunjukkan keanggotaan ZA dalam kelompok tersebut.

Pasukan Brimob Polri melakukan penjagaan dan penyisiran usai penyerangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021).
Pasukan Brimob Polri melakukan penjagaan dan penyisiran usai penyerangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). (Tribunnews/Herudin)

"Dilihat dari cara-cara operasinya, kemudian simbol-simbol negara seperti kantor polisi (yang diserang), kemudian aksi lone wolf-nya itu," ungkap Sofyan Tsauri.

"Kemudian yang ketiga adalah melibatkan kaum wanita," lanjutnya.

Menurut Sofyan, cara-cara seperti itu lazim digunakan kelompok ISIS dalam meneror masyarakat.

"Tiga indikasi tersebut membuktikan bahwa ini adalah kelompok yang sama selama ini memakai media wanita atau anak-anak untuk melaksanakan operasi mereka," jelasnya.

Ia juga menyinggung fakta tentang tempat tinggal ZA di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut Sofyan, Jakarta Timur kerap menjadi basis aksi teror dan lumayan intensif dipantau.

Ia memberi contoh ada beberapa kasus terorisme yang terjadi di kawasan tersebut, seperti penyerangan pos polisi di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada 2017 silam.

Baca juga: Detik-detik Wanita Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Sempat Ada Perbincangan Ini dengan Petugas

"Tetapi dari banyaknya yang beredar, terutama nama dan alamat, kalau enggak salah Jakarta Timur, ya. Jakarta Timur ini memang cukup rawan, cukup dipantau," singgung Sofyan.

Sofyan turut mengomentari senjata yang digunakan ZA untuk menyerang polisi, yakni airsoft gun.

Ia meyakini ZA sudah tahu nasibnya akan tewas saat menyerang Mabes Polri, tetapi pelaku tetap nekat.

"Dari senjata yang saya amati memang ini menggunakan air gun kaliber 4,5 yang menggunakan gas CO2 yang memang juga barang ini mudah didapatkan sebelumnya," ungkap Sofyan.

"Analisa saya perempuan ini sangat nekat. Dia yakin dia akan mati," lanjut dia.

"Ya, kita enggak tahu motivasinya apa. Nanti Mabes Polri mem-profiling pengajiannya ikut siapa, jaringannya ikut siapa, nanti akan ketahuan berapa jauh militansi dan sebagainya," tandasnya. (TribunWow.com/ Brigita)

Tags:
TerorismeMabes PolriPolisiJakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved