Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Sebut 'Tawuran' Demokrat Kubu Moeldoko dan AHY Makin Panas, Adi Prayitno: Bobotnya Lebih Serius

Pengamat politik, Adi Prayitno buka suara soal babak baru konflik Partai Demokrat.

YouTube tvOneNews
Pengamat politik, Adi Prayitno buka suara soal babak baru konflik Partai Demokrat. Adi menganggap Partai Demokrat kubu Moeldoko mulai meningkatkan serangan terhadap kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik, Adi Prayitno buka suara soal babak baru konflik Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, Adi menganggap Partai Demokrat kubu Moeldoko mulai meningkatkan serangan terhadap kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu terbukti dari konferensi pers kubu Moeldoko yang kembali mengungkit kasus Hambalang.

Juru bicara Partai Demokrat versi KLB, M Rakhmad saat menggelar konferensi pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (25/3/2021).
Juru bicara Partai Demokrat versi KLB, M Rakhmad saat menggelar konferensi pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (25/3/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Diminta Demokrat Versi KLB untuk Usut Tuntas Kasus Hambalang, KPK: Didasarkan pada Alat Bukti

Baca juga: Demokrat Versi KLB Seret Ibas ke Kasus Hambalang, Herzaky: Diam Saja, daripada Kotori Ruang Publik

Menurut kubu Moeldoko, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

"Yang teranyar soal konferensi pers yang dilakukan di Hambalang," jelas Adi, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (26/3/2021).

"Ini kan tidak lebih dari sekedar tawuran babak lanjut opini."

Menurut Adi, kini konflik Partai Demokrat masuk pada bobot permasalahan yang lebih berat.

Ia pun membandingkan dengan tuduhan yang dilayangkan Partai Demokrat terhadap kubu AHY.

"Tawuran opini babak lanjut yang bobot kontennya agak lebih serius yaitu berkaitan dengan hukum," jelas Adi.

"Kalau dulu tawuran opininya adalah menyerang kubu AHY tidak demokratis, ada politik dinasti dan lain-lain."

"Tapi kan gampang juga dipatahinnya, kubu Deliserdang juga banyak yang bukan kader Demokrat kok," lanjutnya.

Baca juga: Kubu KLB Angkat Isu Hambalang, Demokrat Nilai Moeldoko dkk Frustasi: Sudah Malu

Baca juga: Diminta Demokrat Versi KLB untuk Usut Tuntas Kasus Hambalang, KPK: Kami Tidak akan Terpengaruh

Adi menambahkan, sosok Moeldoko tak bisa dijadikan penyelamat Partai Demokrat.

Pasalnya, menurut Adi, elektablitas Moeldoko jauh di bawah AHY.

"Atau pun ketika ingin menyelamatkan Partai Demokrat, AHY betul orang baru di Demokrat," jelas Adi.

"Jawabannya kan bukan berarti Pak Moeldoko."

"Karena dalam berbagai survei, Moeldoko elektabilitasnya jauh dari AHY."

Lebih lanjut, Adi pun menyinggung soal kasus Hambalang yang kembali diungkit.

Menurut Adi, tuduhan itu sangat serius.

Pasalnya, kubu Moeldoko secara jelas menyebut Ibas terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

"Konferensi pers di Hambalang ingin menjelaskan satu hal," ucap Adi.

"Bahwa penyebab kebobrokan Partai Demokrat salah satunya adalah kasus Hambalang yang menyeret begitu banyak elite Demokrat, rontok karena korupsi."

"Tapi ada persoalan serius, ada bobot hukumnya karena di situ menyebut nama Mas Ibas yang minta diperiksa kasus Hambalang yang tidak selesai."

"Ini yang saya sebut sebagai satu serangan yang ditingkatkan bobotnya," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.00:

Kubu AHY: Kubu Moeldoko Sudah Frustrasi

Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) belum lama ini mengangkat kembali soal kasus kasus korupsi proyek Hambalang ketika menggelar konferensi pers di Bogor, pada Kamis (25/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Demokrat versi KLB menyatakan bahwa masih ada koruptor proyek Hambalang yang belum diproses hukum.

Menanggapi proses itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtiar menilai bahwa Demokrat versi KLB termasuk Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko selaku Ketua umumnya, tengah berada dalam kepanikan.

Baca juga: Diminta Demokrat Versi KLB untuk Usut Tuntas Kasus Hambalang, KPK: Kami Tidak akan Terpengaruh

Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (25/3/2021), Renanda beranggapan seharusnya Demokrat versi KLB lebih fokus mengurus keabsahan hasil KLB mereka.

"Saya rasa begini ya, Pak KSP Moeldoko dengan teman-temannya ini semua yang dulu mantan-mantan kader partai Demokrat sepertinya memang sudah frustasi," kata Renanda.

Renanda lalu menyampaikan bahwa persoalan kasus Hambalang sudah tuntas diproses secara hukum.

"Aneh juga kalau ini harus dilibat-libatkan ke Partai Demokrat."

"Ingat bahwa Partai Demokrat tidak pernah melindungi kadernya yang bersalah."

Renanda lalu mencontohkan kasus Andi Malarangeng

"Sekalipun misalnya seorang Andi Malarangeng juga dinyatakan tidak merugikan negara se rupiah pun, tapi dia juga menjalani hukumannya karena memang KPK tidak punya SP3, tapi ya itu lah proses hukum waktu itu," papar Renanda.

Renanda kemudian menyoroti pernyataan Demokrat kubu KLB soal Hambalang sebagai hal yang tidak konsisten.

Ia kemudian menyindir soal keberadaan tersangka kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin di kubu Demokrat versi KLB.

"Nazaruddin itu siapa, aneh gitu kalau mau menuding-nuding bahwa kader-kader yang bermasalah itu kemudian jadi alasan untuk bikin KLB yang tidak konstitusional itu. Bagaimana dengan Nazaruddin yang ada di sana," sindir Renanda.

"Ini suatu ketidakkonsistenan, saya melihat memang sudah panik, sudah frustasi, mengalihkan karena sudah malu," ujar Renanda. (TribunWow.com/Tami/Anung)

Simak artikel lain terkait Partai Demokrat

Tags:
Partai DemokratKLB Partai DemokratKetua Umum Partai DemokratGerakan Politik Ambil Alih Partai DemokratAHYMoeldokoAdi PrayitnoHambalang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved