Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Pikirkan Jokowi dan SBY, Rizal Ramli Tolak Tawaran Jadi Ketum Demokrat: Saya Banyak Sejarah

Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan alasan dirinya menolak tawaran menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

YouTube/Karni Ilyas Club
Ekonom senior Rizal Ramli dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (29/1/2021). Terbaru, Rizal mengaku pernah ditawari menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. 

TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan alasan dirinya menolak tawaran menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Senin (22/3/2021).

Awalnya Rizal Ramli mengaku pernah ditawari menjadi ketua umum partai pada akhir 2017 setelah dirinya keluar dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan dirinya pernah ditawari menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Senin (22/3/2021).
Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan dirinya pernah ditawari menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Senin (22/3/2021). (Capture YouTube Refly Harun)

Baca juga: Tak Terima, Jokowi Mania Balikkan Tuduhan BW: Tudingan yang Menyeret KLB Demokrat ini Brutal

Hal itu ia bahas mengingat isu perpecahan dalam Partai Demokrat yang baru-baru ini bergulir.

Walaupun diminta menerima tawaran itu, Rizal menolak.

Ia menyebut sempat ada beberapa pertemuan makan siang untuk membahas permintaan itu.

"Habis itu saya masih mikir-mikir, sampai ada pertemuan kedua dan ketiga," kata Rizal Ramli.

Diketahui permintaan itu datang langsung dari salah satu pendiri Partai Demokrat, Ventje Rumangkang.

Rizal mengaku tidak enak karena baru saja menyelesaikan jabatannya di masa pemerintahan Jokowi.

"Tapi akhirnya saya putuskan, Pak Ventje, mohon maaf. Saya putuskan untuk tidak terlibat karena saya baru keluar dari pemerintahan Jokowi," jelas Rizal.

Baca juga: Ngaku Kena Prank, Loyalis Anas Urbaningrum Sebut SBY Pengkhianat: Bukan Melambung, Malah Terhempas

Selain itu, Rizal juga memikirkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menyebut persahabatan dengan SBY sudah muncul sejak masa pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Kedua, apapun SBY itu teman lama saya. SBY itu banyak sejarah sama saya," ungkap mantan Menteri Keuangan ini.

"Saya kasih contoh, pada saat dia diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi oleh Gus Dur, dia sebetulnya enggak terima," tutur Rizal.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved