Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Respons Demokrat Dianggap Drama Politik hingga Ingin Naikkan Simpati Publik: Terang Benderang

Muncul isu kepentingan dari Demokrat yang dianggap hanya drama politik untuk menaikkan elektabilitas hingga simpati publik oleh pengamat politik.

Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNNEWS/HERUDIN/Instagram @agusyudhoyono
Kolase foto Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono. Terbaru, muncul isu kepentingan dari Demokrat yang dianggap hanya drama politik untuk menaikkan elektabilitas hingga simpati publik oleh pengamat politik. 

TRIBUNWOW.COM - Konflik perebutan kepemimpinan yang tengah terjadi di Partai Demokrat hingga kini belum menemui titik terang.

Di sisi lain, isu adanya kepentingan di balik konflik Partai Demokrat yang berujung saling lapor ke pihak berwajib hingga pengadilan pun kian mencuat.

Di antaranya, isu kepentingan Partai Demokrat yang dianggap hanya drama politik untuk menaikkan elektabilitas hingga simpati publik oleh pengamat politik.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat konsolidasi partai di Jalan Proklamasi No. 41, Jakarta, Minggu (7/3/2021). Rapat tersebut dihadiri 514 DPC dan 34 DPD dari berbagai macam provinsi dan daerah.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat konsolidasi partai di Jalan Proklamasi No. 41, Jakarta, Minggu (7/3/2021). Rapat tersebut dihadiri 514 DPC dan 34 DPD dari berbagai macam provinsi dan daerah. (Kompas TV)

Baca juga: Tolak Hasil KLB, Ibas Pimpin Ikrar Setia Fraksi Demokrat DPR RI untuk AHY, Berikut Bunyinya

Menanggapi beredarnya isu tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membantahnya.

Ia mengaku heran dengan tudingan tersebut karena pihaknya tengah menghadapi penyalahgunaan kekuasaan yang bisa meluluhlantakkan demokrasi.

"Saat kita menghadapi tontonan terang benderang, perilaku penyalahgunaan kekuasaan yang bisa meluluhlantakkan demokrasi."

"Yang ditunjukkan oleh oknum kekuasaan bersama antek-anteknya, mantan kader kami, melalui GPK-PD."

"Tapi masih ada saja yang berpendapat ini drama politik untuk menaikkan elektabilitas dan simpati publik," kata Herzaky dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Minggu (14/3/2021).

Menurut Herzaky, jika memang tudingan dari para pengamat itu benar terjadi.

Ia meminta mereka menggunakan hati untuk melihat kenyataan yang tengah dihadapi Partai Demokrat yang mendukung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Singgung Demokrat, Mardani Ali Peringatkan Jokowi soal Wacana Jabatan Presiden 3 Periode

Kemudian, ia pun mempertanyakan boleh tidaknya sekelompok orang yang tak memiliki hak namun tetap melakukan kongres pemilihan ketua umum baru.

Terlebih, gelaran KLB Deli Serdang pada awal Maret lalu dilakukan di tengah pandemi tanpa adanya izin.

"Apakah sekelompok orang yang tidak berhak, diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan politik yang diklaim sebagai Kongres (Luar Biasa) yang merupakan forum tertinggi di suatu organisasi, dengan menghadirkan bukan pemilik suara yang sah."

"Dan kemudian bisa memilih yang mereka sebut Ketua Umum baru yang merupakan orang lingkar dalam Istana, dan mendemisionerkan kepengurusan sebelumnya?" kata Herzaky.

"Lalu, tanpa izin dari pihak berwenang, di tengah musim covid-19, tetap bisa mengadakan kegiatan dengan peserta ratusan orang, tanpa dibubarkan oleh pihak berwenang?" tambahnya.

Menurut Herzaky, tindakan para penggerak KLB itu merupakan kesewenang-wenangan kekuasaan dan melanggar aturan yang berlaku.

Untuk itu, ia pun heran dengan adanya tudingan konflik yang terjadi hanya untuk menaikkan elektabilitas partai.

"Kesewenang-wenangan kekuasaan yang ditunjukkan secara nyata ini, secara brutal telah memperkosa demokrasi, menafikan etika, norma, kepatutan, dan aturan-aturan hukum yang berlaku."

"Lalu, masih ada saja yang berpikir ini drama politik?" ungkapnya.

Baca juga: Pernah Dampingi SBY, Jusuf Kalla Beri Dukungan untuk Partai Demokrat, AHY: Miliki Hubungan Sejarah

Terakhir, ia menuturkan, dampak digelarnya KLB ini, situasi demokrasi di Indonesia sedang genting.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved