Breaking News:

Terkini Daerah

Sengketa Tanah, Ibu yang Rumahnya Dipagar Beton sempat Ditodong Pakai Golok: Diancam ke Leher

Handiyanti, wanita pemilik rumah di Jalan Akasia 1 RT 4 RW 3, Tajur, Ciledug, Tangerang mengungkapkan kejadian akses jalan ke kediamannya ditembok.

Capture Instagram @viralciledug
Handiyanti, pemilik rumah yang dipagari tembok beton oleh ahli waris tanah tetangganya di Ciledug, Tangerang. 

TRIBUNWOW.COM - Handiyanti, wanita pemilik rumah di Jalan Akasia 1 RT 4 RW 3, Tajur, Ciledug, Tangerang mengungkapkan kejadian akses jalan ke kediamannya ditembok tetangga.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui melalui unggahan akun Instagram @viralciledug, Jumat (12/3/2021).

Diketahui sebelumnya peristiwa itu menjadi viral di media sosial.

Dinding sepanjang kurang lebih 300 meter yang menutupi akses Asep beserta keluarga yang tinggal menetap di gedung fitness di balik dinding tersebut. Lokasi dinding dan gedung fitness itu berada di Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten.
Dinding sepanjang kurang lebih 300 meter yang menutupi akses Asep beserta keluarga yang tinggal menetap di gedung fitness di balik dinding tersebut. Lokasi dinding dan gedung fitness itu berada di Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten. (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL)

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas 2 Remaja yang Viral karena Ugal-ugalan Bawa Motor Hanya Pakai Celana Dalam

Pasalnya pemilik ahli waris tanah seberang rumah Handiyanti dan putranya, Asep, ditembok beton setinggi 2 meter dan diberi kawat berduri.

Handiyanti berharap kondisi di sekitar rumahnya bisa kembali seperti semula, lantaran ia tidak merasa pernah berkonflik dengan siapapun.

"Ibu inginnya seperti biasa saja (bisa akses) jalan. Ibu 'kan enggak punya masalah, enggak punya salah sama orang baru ini mengalami kayak gini," kata Handiyanti.

Menurut dia, tembok beton itu sudah didirikan selama 2 tahun.

Namun selama ini masih ada akses jalan selebar 2 meter yang dapat dilalui sepeda motor.

Namun sejak Februari lalu, seluruh akses jalan ditutup total oleh si ahli waris tanah.

"Kalau yang begini baru setengah bulan, dimatiin total," ungkap Handiyanti dengan menahan air mata.

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved