Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Sebut Demokrasi Sedang Dizolimi karena KLB, Politisi Demokrat: Ada Kekuasaan yang Ikut Campur

Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman mengatakan turut terpukul atas kejadian Kongres Luar Biasa (KLB) yang terjadi pada tubuh Partai Demokrat.

Youtube/KompasTV
Suasana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), Jumat (5/3/2021) 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman mengatakan turut terpukul atas kejadian Kongres Luar Biasa (KLB) yang terjadi pada tubuh Partai Demokrat, Jumat (5/3/2021) kemarin.

Menurut Taufiq, KLB yang terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut merupakan fenomena mundurnya demokrasi di Indonesia.

"Ini kita mundur jauh ke belakang kawan-kawan. Kita ingat tahun 98, kita berjuang bersama yang namanya Reformasi, memperjuangkan tegaknya nilai-nilai demokrasi, tapi hari ini nilai Demokrasi justru diinjak-injak, justru dizolimi," kata dia saat melakukan orasi di Mimbar Demokrat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: SBY sampai Minta Ampun Pernah Angkat Moeldoko, Pakar Semiotika: Udah Sepuh Emosinya Lebih Tinggi

Lebih lanjut kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta itu KLB yang terjadi merupakan kegiatan yang abal-abal bahkan melahirkan Ketua Umum Partai yang abal-abal juga.

"Sehingga apapun hasil dari KLB tersebut adalah abal-abal juga. Termasuk Ketumnya, Moeldoko itu adalah Ketum abal-abal," ujarnya.

Oleh karenanya dia menegaskan, dengan adanya peristiwa tersebut maka tanda-tanda matinya demokrasi sudah terlihat.

"Lonceng kematian Demokrasi dapat saya katakan telah dimulai dari Sumatera Utara, Deli Serdang hari Jumat yang lalu," ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata Taufiq, kejadian yang saat ini dialami partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut bukan semata permasalahan internal.

Melainkan kata dia ada turut campur dari kepentingan kekuasaan yang berasal dari sektor eksternal.

"Kita sama-sama sadar dan paham di dalam Partai politik, ada selalu masalah internal. Tapi kali ini bukan cuma sekadar masalah internal, tapi ada faktor eksternal, ada faktor kekuasaan yang jelas-jelas ikut campur," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved