Breaking News:

Terkini Daerah

Viral Oknum Polisi Letuskan Pistol di Hotel, Pihak Manajemen Sebut Salah Paham: Miskomunikasi

Oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial MJ harus menjalani pemeriksaan di Propam Polres Binjai atas aksinya menyalahgunakan senjata api.

sport-kid.net - Tribunnews.com
Ilustrasi penembakan. Oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial MJ harus menjalani pemeriksaan di Propam Polres Binjai atas aksinya menyalahgunakan senjata api. 

TRIBUNWOW.COM - Oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial MJ harus menjalani pemeriksaan di Propam Polres Binjai atas aksinya menggunakan senjata api (senpi) saat sedang tidak bertugas.

Dilansir TribunWow.com, diketahui tempat kejadian perkara (TKP) adalah De Tonga Hotel dan Kafe di Medan.

Video viral yang menunjukkan kejadian tersebut diunggah akun Instagram @medanheadlines.news, Senin (1/3/2021).

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo didampingi Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama di Mapolres Binjai, Selasa (2/3/2021). Romadhoni menjelaskan oknum polisi yang meletuskan senjata api di tengah kerumunan di Medan adalah oknum personel di Sat Lantas Polres Binjai. Saat ini sedang diproses di Propam Polres Binjai. Dia memastikan oknum tersebut tidak akan lagi memegang senjata api.
Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo didampingi Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama di Mapolres Binjai, Selasa (2/3/2021). Romadhoni menjelaskan oknum polisi yang meletuskan senjata api di tengah kerumunan di Medan adalah oknum personel di Sat Lantas Polres Binjai. Saat ini sedang diproses di Propam Polres Binjai. Dia memastikan oknum tersebut tidak akan lagi memegang senjata api. (KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Baca juga: Viral Aksi Koboi Polisi di Binjai, sang Oknum Ngamuk Ditagih Bayar Tuak saat Malam Mingguan

Berdasarkan keterangan dalam video, aksi penembakan dilakukan ketika petugas Satgas Covid-19 sedang merazia kerumunan yang melanggar protokol kesehatan.

Menurut keterangan pihak manajemen hotel, Ari Sembiring, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman.

"Miskomunikasi," ungkap Ari Sembiring singkat.

Kuasa hukum pihak hotel juga membantah penembakan terjadi karena MJ tidak terima ditagih membayar pesanannya.

"Bukan karena bill. Karena pintu mobilnya digoyang, dia merasa diintervensi," kata pengacara Asmaiyani.

Dikutip dari Tribun-Medan.com, kejadian bermula saat Satgas Covid-19 membubarkan kerumunan pelanggan di hotel tersebut.

Saat para pelanggan dibubarkan, pramusaji hotel menagih bil yang belum dibayar, termasuk kepada MJ.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved