Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Selain Moeldoko, Ridwan Kamil Masuk Calon Ketum Demokrat Versi Pro KLB, Pengamat: Akan Terjebak

Gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) nampaknya semakin nyata.

KOMPAS.COM/AGIE PERMADI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah menjelaskan soal perkembangan kasus covid di Jawa Barat di Mapolda Jabar, Senin (22/2/2021). - ILUSRTASI, Selain Moeldoko, Ridwan Kamil Masuk Calon Ketum Demokrat Versi Pro KLB, Pengamat: Akan Terjebak 

TRIBUNWOW.COM - Gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) nampaknya semakin nyata.

Bahkan terbaru nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut dikaitkan dengan GPK-PD tersebut.

Dilansir TribunWow.com, Ridwan Kamil disebut masuk dalam satu dari beberapa kandidat ketua umum Partai Demokrat versi pro kongres luar biasa (KLB), selain juga ada nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021. (HO/ Tribunnews)

Baca juga: Refly Harun Ungkap Kelemahan AHY maupun Gerakan Kudeta Demokrat: Hanya Jadi Kendaraan Para Elit

Baca juga: Kata Pendiri Demokrat soal Isu Moeldoko dan Ibas Maju di KLB: Prediksi untuk Memunculkan Konflik

Sebagaimana diketahui, Ridwan Kamil saat ini memang tidak memiliki partai politik.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi menyebut kondisi tersebut justru menjadi kerugian bagi Ridwan Kamil.

"Kolam politiknya makin kecil dan dia (Ridwan Kamil) akan terjebak dalam konflik internal. Itu wasting time, karena dia bukan kader lama. Peluang untuk fighting tak terlalu kuat dibandingkan kader lama," kata Muradi saat dimintai pendapat, Rabu (3/3/2021).

Hanya saja, menurut Muradi, hal yang wajar ketika GPKPD tertarik dan mengincar Ridwan Kamil untuk bisa dicalonkan sebagai ketum.

Alasannya menurutnya karena Ridwan Kamil tidak dipungkiri memiliki elektoral yang cukup baik.

Dirinya juga memiliki peluang untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.

"Dalam praktik elektoral itu butuh figur. Mungkin model Pak SBY, Pak Amien Rais, Bu Mega momentumnya sudah habis. Jadi butuh darah segar yang punya elektoral tinggi yang bisa meningkatkan kapasitas kader dan sebagainya," ungkap Muradi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved