Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Kata Pendiri Demokrat soal Isu Moeldoko dan Ibas Maju di KLB: Prediksi untuk Memunculkan Konflik

Pendiri Partai Demokrat buka suara soal isu Moeldoko dan Ibas dipasangkan sebagai ketua umum dan sekjen dalam KLB Partai Demokrat.

HO/ Tribunnews
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Satu di antara pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan angkat bicara soal isu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dipasangkan sebagai ketua umum dan sekjen dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Dikutip dari Tribunnews.com, Hengky Luntungan menegaskan, hal itu hanya sebuah prediksi yang bisa menimbulkan konflik.

"Bagi saya itu hanya sekadar untuk melempar supaya terjadi benturan. Sebetulnya itu tidak benar, itu kan cuma sebuah prediksi siapa saja boleh, tetapi itu kan cuma prediksi untuk memunculkan konflik, itu kan tidak elok," kata Hengky saat dihubungi wartawan, Selasa (2/3/2021).

Tangkapan layar video seluruh Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia membacakan ikrar setia terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa (23/2/2021) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Tangkapan layar video seluruh Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia membacakan ikrar setia terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa (23/2/2021) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. (dok Partai Demokrat)

Baca juga: Jhoni Allen Ungkap Cerita SBY Bisa Jadi Ketua Umum Demokrat: Ini Bentuk Pengingkaran Janjinya

Hengky mengatakan, KLB Demokrat terbuka bagi siapa saja yang ingin maju sebagai ketua umum.

Termasuk dari internal maupun eksternal Partai Demokrat.

"Saya sudah bilang, apakah Ibas masuk apakah AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), siapa saja tidak harus dilempar sekarang. Itu kan gaya untuk mengacaukan semua rencana yang sudah diatur," ucapnya.

Diketahui, para pendiri Demokrat mengklaim akan menggelar KLB Partai Demokrat pada Maret ini.

Hengky Luntungan menyebut KLB Partai Demokrat sudah mencapai 80 persen.

"KLB saya anggap sudah 70 sampai 80 persen jalan," kata Hengky.

Hengky menyebut, persiapan KLB hanya tinggal menentukan tempat penyelenggaraan.

Sementara untuk peserta kongres, Hengky mengatakan hal itu sudah finalisasi.

"Peserta semua kan sudah oke," ujarnya.

Baca juga: Disebut Berniat Gulingkan Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Marzuki Alie Ambil Langkah Hukum?

Diberitakan sebelumnya, komitmen pendiri Partai Demokrat mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) sudah tidak bisa dibendung.

Pendiri Demokrat berencana menggelar dalam waktu dekat.

Hal itu diungkapkan satu di antara pendiri Demokrat Ilal Ferhad ditemui wartawan di Restoran Penang Bistro Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

"Awal Maret (2021)," ungkap Ilal.

Ilal mengklaim, KLB digelar awal Maret lantaran telah mendapatkan dukungan dari mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

"Seandainya DPD dibelenggu AHY (ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono), DPC masih punya hak konstitusional," ujarnya.

Dia menyebutkan, landasan menjadikan dukungan DPC sebagai modal KLB mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) pertama Demokrat.

Ketentuan tersebut ada di pasal 81 Anggaran Dasar dan 83 Anggaran Rumah Tangga.

"Jadi kami (gunakan) pintu-pintu untuk masuk KLB itu berdasarkan AD/ART versi pertama," ucapnya.

Baca juga: Soal Pemecatan Kader Demokrat, Pengamat: AHY dan SBY di Demokrat Tak Punya Elan Vital Sama Sekali

SBY Peringatkan Sosok yang Ingin Beli Partai Demokrat

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan upaya kudeta yang diklaim hendak dilakukan pihak luar kepada partainya.

Hal itu SBY sampaikan dalam kanal YouTube Partai Demokrat, Rabu (24/2/2021).

Diketahui sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan ada dugaan upaya kudeta yang melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Menurut SBY, munculnya gerakan itu mengejutkan bagi kader loyal partainya.

"Bagai halilintar di siang bolong, ada gerakan permufakatan jahat untuk merusak Partai Demokrat," ungkap SBY seperti dikutip TribunWow.com.

Mantan presiden keenam ini mengungkapkan kelompok yang disinyalir hendak mengkudeta itu hendak mengobrak-abrik susunan kepemimpinan partai yang sah secara aklamasi.

Menurut SBY, kelompok ini ingin mengganti kepemimpinan dengan orang luar partai.

"Ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) yang ingin mengambil alih kepemimpinan yang sah," kata SBY.

"Gerakan ini hakikatnya ingin mendongkel dan merebut kepemimpinan partai yang sah, kemudian menggantinya dengan orang luar yang bukan kader Demokrat," lanjut mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Tidak hanya itu, ia menuding kelompok ini bekerja sama dengan orang dalam Demokrat.

"Yang bersekongkol dengan segelintir kader dan mantan kader yang bermasalah," ungkap jenderal purnawirawan ini.

SBY menuding kelompok pengkudeta ini hendak "membeli" Demokrat.

Hal itu ia sampaikan mengingat adanya dugaan kader Demokrat yang terlibat.

"Kalau gerakan ini berhasil karena ada yang ingin membeli partai kita dan kemudian ada fasilitatornya, partai kita bisa mengalami kegelapan," ucap SBY.

Ia memberi peringatan terhadap enam orang yang diduga akan mengkudeta tersebut.

"Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale," tegas mantan Menko Polkam tersebut.

"Meskipun Partai Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi, kami tidak tergiur uang Anda berapapun besarnya," SBY mewanti-wanti. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pendiri Partai Demokrat Klaim Persiapan KLB Sudah 80 Persen dan Moeldoko dan Ibas Diisukan Maju di KLB, Ini Kata Pendiri Demokrat

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved