Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Debat Jhoni Allen, Herzaky Jamin Demokrat Terbuka: Bisa Kontak Langsung Mas AHY, Ada WA-nya

Herzaky Mahendra Putra memastikan Partai Demokrat terbuka dan transparan karena setiap DPD dan DPC bisa menghubungi langsung AHY.

youtube metrotvnews
Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (kanan) berdebat dengan eks kader Demokrat Jhoni Allen (kiri) terkait isu kudeta Partai Demokrat. 

"Mungkin yang enggak lancar, yang tidak mau datang, tidak mau bertemu dengan kami-kami yang sedang berusaha berjuang keras membantu rakyat dengan swadaya," paparnya.

"Mungkin ada yang biasa di partai itu disuapin, masih dikasih duit dulu baru dia datang."

Herzaky mengatakan, saat ini Demokrat tengah berjuang menggunakan biaya sendiri-sendiri untuk membantu masyarakat yang kesusahan.

"Kami ini sangat demokratis, sangat terbuka, sangat transparan," kata dia.

Herzaky lalu menyindir bahwa Jhoni dan kader-kader lain yang dipecat tengah kecewa dan bingung.

"Makannya agak bingung kalau bolak balik ada nyanyian sumbang dari para mantan kader yang dipecat ini," ucapnya.

"Mungkin mereka sedang kecewa, sedang kaget, sedang bingung," sambung Herzaky.

Baca juga: Jhoni Allen Tuding SBY Pernah Mengkudeta Partai Demokrat: Kita Buka Fakta Sejarah

Simak videonya mulai menit ke-10.34:

Tuntutan Jhoni Allen Tidak Masuk Akal

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 7 kader Partai Demokrat telah dipecat secara tidak hormat, pada Jumat (26/2/2021).

Enam di antaranya diberhentikan karena dianggap sebagai pelaku kudeta Partai Demokrat atau Gerakan Pengambil alihan Kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat (GPK-PD).

Meskipun demikian, Demokrat mengklaim telah berunding dengan seorang pelaku sebelum memecat mereka tetapi tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Dicap Pengkhianat, Demokrat Pecat 6 Kader Ini karena Terbukti Menghasut hingga Mengadu Domba

Pemecatan itu tertuang dalam rilis media yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Jumat (26/2/2021).

Pada rilis itu keenam pelaku GPK-PD adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved