Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Debat Jhoni Allen, Herzaky Jamin Demokrat Terbuka: Bisa Kontak Langsung Mas AHY, Ada WA-nya

Herzaky Mahendra Putra memastikan Partai Demokrat terbuka dan transparan karena setiap DPD dan DPC bisa menghubungi langsung AHY.

youtube metrotvnews
Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (kanan) berdebat dengan eks kader Demokrat Jhoni Allen (kiri) terkait isu kudeta Partai Demokrat. 

TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrat telah memecat sejumlah kadernya karena dinilai telah berkhianat dan menjadi pelaku dari Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Parai Demokrat (GPKPD).

Jhoni Allen, satu dari 7 kader partai Demokrat yang dipecat menuding bahwa Demokrat saat ini sudah menjadi partai dinasti.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa Demokrat sangat terbuka dan transparan.

Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri webinar IRI (International Republican Institute), 19 Januari 2021.
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri webinar IRI (International Republican Institute), 19 Januari 2021. (instagram/@agusyudhoyono)

Baca juga: Jhoni Allen Ungkap Cerita SBY Bisa Jadi Ketua Umum Demokrat: Ini Bentuk Pengingkaran Janjinya

Baca juga: Disebut Berniat Gulingkan Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Marzuki Alie Ambil Langkah Hukum?

Keduanya sempat terlibat debat ketika hadir di acara talkshow di metrotvnews.

Dikutip dari YouTube metrotvnews, Selasa (2/3/2021), awalnya Jhoni mengklaim bahwa seluruh kader Demokrat di Indonesia banyak yang mendukung terwujudnya kongres luar biasa (KLB).

"KLB ini didukung oleh seluruh kader partai Demokrat," ujar Jhoni.

Menanggapi klaim Jhoni, Herzaky menjelaskan bahwa demi terwujudnya KLB harus disetujui lebih dulu oleh majelis tinggi partai.

Ia lalu membantah tudingan partai Demokrat dicap sebagai partai otoriter dan tidak demokratis.

Herzaky menjelaskan bagaimana ketua dewan perwakilan daerah (DPD) hingga dewan perwakilan cabang (DPC) mampu menghubungi langsung Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Karena ketua DPD, ketua DPC kami bisa kontak langsung Mas AHY, ada WhatsApp-nya ada teleponnya," jelasnya.

Ia menambahkan, karena keterbukaan itu lah, gerakan pengambil alihan partai Demokrat bisa terdeteksi dari laporan ketua DPC.

"Kalau dibilang otoriter, tidak demokratis saya bingung juga," kata Herzaky.

"Komunikasi sangat cair, sangat lancar."

Herzaky kemudian menyindir bahwa pihak-pihak yang tidak senang dengan Partai Demokrat saat ini tidak bisa ikhlas membantu masyarakat.

"Mungkin yang enggak lancar, yang tidak mau datang, tidak mau bertemu dengan kami-kami yang sedang berusaha berjuang keras membantu rakyat dengan swadaya," paparnya.

"Mungkin ada yang biasa di partai itu disuapin, masih dikasih duit dulu baru dia datang."

Herzaky mengatakan, saat ini Demokrat tengah berjuang menggunakan biaya sendiri-sendiri untuk membantu masyarakat yang kesusahan.

"Kami ini sangat demokratis, sangat terbuka, sangat transparan," kata dia.

Herzaky lalu menyindir bahwa Jhoni dan kader-kader lain yang dipecat tengah kecewa dan bingung.

"Makannya agak bingung kalau bolak balik ada nyanyian sumbang dari para mantan kader yang dipecat ini," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved