Terkini Nasional
Akui Cuitan Abu Janda Rasis, Natalius Pigai Tetap Bela Permadi Arya di Hadapan Hukum, Ini Katanya
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai akhirnya bertemu dengan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai akhirnya bertemu dengan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.
Dilansir TribunWow.com, foto pertemuannya itu diunggah di akun Twitter @nataliuspigai2, Senin (8/2/2021).
Diketahui sebelumnya Abu Janda dipolisikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) karena menulis cuitan yang dianggap rasis terhadap Natalius Pigai.

Baca juga: Awalnya Bungkam, Ini Tanggapan Pertama Natalius Pigai ke Abu Janda: Cara Berpikirnya Belum Sampai
Sementara proses hukum terhadap Abu Janda terus berjalan, Pigai tidak pernah sekalipun menanggapi positif atau negatif ujaran kebencian yang disampaikan kepada dirinya.
Pigai bahkan mengaku tidak terganggu dengan suita rasis Abu Janda.
Keduanya lalu bertemu di Hotel Fairmont Jakarta, didampingi dengan anggota DPR periode 2019-2024 fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Pigai lalu menanggapi jeratan hukum yang menimpa Abu Janda.
Ia justru mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk menjerat Abu Janda.
"Dalam hukum pidana objeknya harus jelas," cuit Natalius Pigai.
Dalam unggahan yang dipermasalahkan, Abu Janda bertanya apakah evolusi Natalius Pigai sudah selesai.
Hal ini membuat banyak pihak geram, mengingat aktivis HAM itu berasal dari Papua.
Namun Pigai menilai Abu Janda hanya sekadar bertanya, tidak ada maksud rasis di dalamnya.
Menurut Pigai, tidak mungkin mempolisikan sebuah pertanyaan yang dilontarkan ke publik.
Baca juga: Gus Miftah Ungkap Reaksi Abu Janda saat Dicereweti soal Cuitannya: Bedanya kalau Saya Dipikir Dulu
Walaupun begitu, ia tetap meyakini ujaran Abu Janda mengandung rasialisme.
"Abu Janda bertanya 'Evolusi selesai belum?'," singgung Pigai.
"Memang isinya rasis tapi 'bertanya' itu tidak mungkin ada delik hukum," papar aktivis HAM ini.
Ia menyebut Abu Janda adalah yang pertama meminta bertemu dengan dirinya.
Pigai secara terbuka menyambut ajakan Abu Janda.
Ia juga menekankan dirinya tidak pernah melaporkan ujaran Abu Janda.
"Beliau yang minta bertemu. Saya pemimpin dan intelektual yang sangat rasional dan tidak mungkin saya tolak untuk menerimanya. Apalagi saya bukan pelapor!" tandasnya.
Melalui akun yang sama, beberapa hari sebelumnya Pigai menanggapi ajakan Abu Janda untuk bertemu.
Mulanya ia merasa hinaan dan tuduhan memang lazim ia terima sesuai posisinya sebagai aktivis HAM.
Namun ia tidak pernah terpikir untuk membawanya ke ranah hukum.
"Saya hanya lilin kecil di lorong kegelapan!" cuit Pigai.
"Saya tahu itu risiko sebagai pekerja kemanusiaan, karena itu saya tidak pernah terpikirkan untuk memenjarakan/melaporkan," terangnya.
"Untuk dan atas nama pribadi saya sendiri perbolehkan anda untuk bertemu."
Pigai turut menautkan berita tentang pernyataan Abu Janda yang ingin bertemu dengan dirinya.
Natalius Pigai Akhirnya Putuskan Angkat Bicara setelah Lama Bungkam
Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai mengaku dirinya tidak pernah menanggapi cuitan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (4/2/2021).
Diketahui cuitan kontroversi Abu Janda dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terhadap Pigai.
Baca juga: Gus Miftah Ungkap Reaksi Abu Janda saat Dicereweti soal Cuitannya: Bedanya kalau Saya Dipikir Dulu
Abu Janda mempertanyakan apakah Pigai sudah "selesai berevolusi" yang dinilai bermuatan rasialisme.
Natalius Pigai lalu menjelaskan alasan dirinya tidak mengomentari balik cuitan Abu Janda.
"Saya juga baca bukunya Vladimir Zhirinovsky di Rusia. Buku ini penting, karena dia adalah seorang Ketua Partai Demokrat Liberal Rusia," ungkap Natalius Pigai.

Diketahui Zhirinovsky adalah politikus Rusia yang populer dengan sikap nasionalis, anti-Barat, dan bergaya sering mengkonfrontasi.
Zhirinovsky kerap dipandang orang Barat sebagai fasis.
"Lalu pernah menjadi Wakil Ketua Duma, lalu dia adalah anggota KGB. Dia pernah bikin pernyataan yang sangat kontroversial dan hampir hubungan terganggu antara Rusia, Amerika, dan negara-negara Afrika," papar Pigai.
"Pernyataannya, 'Negara-negara Afrika kulit hitam itu evolusinya belum selesai'," ungkapnya.
Pigai lalu mengaitkan hal itu dengan cuitan Abu Janda.
Baca juga: Cuitan Abu Janda Merembet ke Seluruh Twitter, Peneliti Medsos: Netizen Ada Dendam Lama yang Keluar
Ia mengaku tidak terkejut disebut "belum selesai berevolusi", karena sudah pernah membaca pernyataan serupa.
"Jadi ketika saya baca twit ini, saya sudah tahu karena Vladimir Zhirinovsky punya buku," kata Pigai.
"Ketika kita membaca gerakan dan perjalanannya ini adalah strategi intelijen," tambah dia.
Pigai mengaku dirinya lebih memilih mengabaikan cuitan Abu Janda.
Ia menilai cuitan berbau SARA itu tidak datang langsung dari Abu Janda.
Ia mengaku baru kali ini mengomentari balik kontroversi yang ditimbulkan Abu Janda.
"Kenapa saya abaikan? Karena saya memandang itu bukan dari dia. Saya jelek-jelek begini mengerti, karena ini bukan dari Mas Abu Janda," komentarnya.
"Ini mungkin saya sudah sebut nama dia dua kali, selama ini saya tidak sebut nama," tambah Pigai.
"Begitu lihat Abu Janda, kemampuannya belum sampai untuk arah berpikir Zhirinovsky. Pada saat itu saya baca saya tidak pernah respons," ungkap dia. (TribunWow.com/Brigitta)