Isu Kudeta Partai Demokrat
Soal Isu Kudeta, Deddy Sitorus Tak Terima Demokrat Seret Jokowi: Ketemu Moeldoko Sana, Tanya
Perdebatan terjadi antara Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus dengan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Imelda Sari.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan terjadi antara Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus dengan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Imelda Sari.
Hal itu terjadi saat keduanya menjadi narasumber dalam kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Sabtu (6/2/2021).
Dalam kesempatan itu, keduanya membahas soal isu kudeta Demokrat yang menuai kontroversi.
Namun, menurut Deddy, isu tersebut justru merugikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Kader Demokrat di Daerah Disebut Ingin Mengganti Kepemimpinan AHY, Herzaky Bela AHY: Tuai Apresiasi
Baca juga: Tak Cuma AHY, Pengamat Sebut Moeldoko pun Diuntungkan dalam Isu Kudeta Demokrat: Presiden Kena Getah
Imelda mengatakan, Demokrat hanya mencurigai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) karena diduga melakukan pertemuan dengan sejumlah kader Demokrat.
Nama Moeldoko disebut-sebut menjadi dalang gerakan kudeta tersebut.
"KSP dalam hal ini Jenderal Moeldoko yang saya kenal sejak lama itu adalah staf presiden," ujar Imelda.
"Dan pak presiden saat ini subuk urusan pandemi dan ekonomi."
Imelda lantas menyinggung posisi Moeldoko sebagai kepala KSP.
Namun belum selesai ia bicara, Deddy langsung menimpali.
Baca juga: Reaksi Deddy Sitorus saat Jokowi Dituduh Restui Moeldoko Dalangi Kudeta Demokrat: Anak SD pun Paham
Baca juga: Kader Demokrat di Daerah Disebut Ingin Mengganti Kepemimpinan AHY, Herzaky Bela AHY: Tuai Apresiasi
Menurut Deddy, Demokrat seharusnya langsung mengonfirmasi ini pada Moeldoko.
"Tugas seorang KSP adalah mensosialisasikan, membantu tugas-tugas presiden yang terkait dengan kebijakan yang harus sampai ke bawah," kata Imelda.
"Kalau begitu Anda memprotes tindakan Moeldoko, bukan memertanyakan pada presiden," sahut Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menyebut Jokowi lah yang dirugikan oleh isu kudeta Demokrat.
Apalagi, muncul isu yang menyebut Jokowi merestui Moeldoko mengudeta posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Anda harusnya mengkritik ada anggota pemerintahan yang melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak seharusnya," kata Deddy.
"Bukan menanyakan presiden apakah ini direstui, Anda tahu apa enggak, enggak relevan."
"Anda tanya dulu sama Moeldoko, ketemulah sana sama Moeldoko, tanya bener enggak sih."
"Kalau iya bener baru kalian bicara, jangan tarik-tarik presiden," tukasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-4.12:
Moeldoko Diuntungkan?
Dalam kesempatan itu, sebelumnya Pengamat Politik, Ray Rangkuti membeberkan keuntungan yang diperoleh Partai Demokrat dengan mencuatkan isu kudeta.
Menurut Ray, tak cuma Demokrat, namun juga Kepala Staf Kantor Presiden (KSP), Moeldoko yang diuntungkan dalam hal ini.
Sebelumnya, Moeldoko disebut menjadi dalang dalam gerakan kudeta Demokrat.
Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Indonesia Lawyer Club, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Reaksi Deddy Sitorus saat Jokowi Dituduh Restui Moeldoko Dalangi Kudeta Demokrat: Anak SD pun Paham
Baca juga: Refly Harun Sebut Peluang Moeldoko di Pilpres 2024 Besar jika Pimpin Demokrat: Istana akan Sesak
Ray mengatakan, banyak pihak yang mencari keuntungan di balik isu kudeta Demokrat.
"Aku sih melihatnya jangan dilihat secara rasional," ujar Ray.
"Karena setiap orang kan mau mengambil keuntungan politik dari situasi ini."
Ray lantas membahas soal surat yang dikirim Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhono (AHY) pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia menilai, Demokrat tak bermaksud menuding Jokowi terlibat.
"Jadi apakah ada data-datanya? Enggak relevan itu untuk AHY," ucap Ray.
"Karena yang dilakukan AHY itu bukan melaporkan Pak Moeldoko, tapi melakukan klarifikasi."
"Oleh karena itu jangan dilihat ini urusan hukum, urusan etik, urusan rasional enggak rasional."
Baca juga: Anggap Moeldoko Tak Jelas Bantah Kudeta Demokrat, Refly Harun soal AHY: Nyerang sebelum Diserang
Baca juga: Herzaky Klaim Ada Aliran Uang di Pertemuan Kader Demokrat dengan Moeldoko, Segini Besarannya
Lebih lanjut, Ray mengatakan, isu kudeta Demokrat bisa menguntungkan sejumlah pihak.
Di antaranya, Moeldoko dan AHY.
"Ini urusan siapa yang mau mengambil keuntungan dari peristiwa ini," kata Ray.
"Kalau isu naik itu ya untunglah, popularitas, elektabilitas nanti, yang penting AHY."
"Apakah Moeldoko diuntungkan dengan peristiwa ini?"
Dengan isu ini, elektabilitas Moeldoko disebutnya akan cepat meningkat.
Namun di sisi lain, Jokowi lah pihak yang dirugikan karena isu kudeta Demokrat.
"Saya kira dengan naiknya nama Moeldoko juga diuntungkan Beliau ini."
"Jadi siapa yang dirugikan dalam hal ini? Ya presiden."
"Presiden memang kena getah ini," tandasnya. (TribunWow.com)