Viral Medsos
Tawa Pangdam Jaya Dudung Abdurachman saat Ditanya soal Yel-Yel Terpesona: Zaman Saya Madu dan Racun
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman terbahak ketika diminta menyanyikan yel-yel terpesona yang akhir-akhir ini viral di media sosial.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Belum lama ini viral di media sosial nyanyian yel-yel lagu Terpesona yang disorakkan oleh anggota TNI dan Polri.
Saking viralnya yel-yel tersebut, banyak sejumlah warganet menirukan yel-yel itu dan mengunggahnya di akun media sosial mereka, satu di antaranya di TikTok.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tertawa ketika ditanyakan mengenai yel-yel tersebut.

Baca juga: Wanita Ini Ditilang, Polisi Justru Tegur Pakai Gombalan yang Buat Baper, Backsound Lagu Terpesona
Dikuti dari YouTube Kompastv, Sabtu (6/2/2021), Dudung mulanya menjelaskan bahwa di setiap kesatuan yang ada di tubuh TNI masing-masing memiliki yel-yelnya tersendiri.
"Yel-yel itu hanya untuk membangkitkan semangat saja sebetulnya, enggak ada masalah," kata Dudung saat meninjau langsung latihan dasar dari prajurit Kodam Jaya di Kawasan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/2/2021).
Reporter KompasTv lalu menanyakan apakah Dudung mengetahui soal yel-yel Terpesona yang kini tengah viral.
Dudung sontak tertawa ketika ditanyakan hal itu.
Ia bercerita, yel-yel memang kerap mengutip lirik dari lagu-lagu yang populer.
"Itu sebetulnya jangan diartikan yang negatif," kata Dudung.
"Itu kan banyak juga dari lirik-lirik lagu yang kita ambil."
"Tapi intinya bagaimana kita meningkatkan kerja sama, jiwa korsa dan segala macam."
Dudung mengenang, pada zamannya mengikuti pendidikan TNI dulu, ia sempat menyanyikan yel-yel yang mengutip lagu madu dan racun karangan Arie Wibowo.
"Dulu lagu zaman saya itu madu dan racun," katanya.
"Lagu-lagu yang saat itu terkenal, memberikan kesan."
Ketika diminta menyanyikan sepenggal yel-yel Terpesona, Dudung menolak sembari tertawa.
Baca juga: Cerita Awal Mula Lagu Terpesona Bisa Jadi Yel-yel TNI dan Polisi: Semangat Mereka Berapi-api
Simak video selengkapnya mulai menit ke-3.20:
Mayjen Dudung Pernah Ditendang Oknum TNI
Mayjen TNI AD Dudung Abdurachman adalah satu di antara banyak kisah sukses perjuangan yang dimulai dari titik nol.
Berasal dari keluarga yang pas-pasan, Dudung harus bekerja membanting tulang sejak kecil, mulai dari menjadi loper koran hingga keliling berjualan makanan-makanan kecil.
Peristiwa penting yang menjadi motivasi Dudung menjadi perwira TNI adalah ketika dirinya diperlakukan buruk oleh seorang oknum TNI berpangkat tamtama.
Dikutip dari YouTube Kompastv, Sabtu (27/6/2020), masa kecil Dudung sangat akrab dengan yang namanya kerja keras.
Berbekal peralatan seadanya, saat mulai menempuh jenjang pendidikan SMA, dirinya bekerja sambilan sebagai loper koran.
"Kemudian saya berangkat pakai sepeda, sepeda pun ya sepeda ontel yang sudah enggak ada pedalnya, remnya pun pakai sandal jepit yang bekas," tuturnya.
Ia bercerita ada satu kejadian unik di mana dirinya pernah kena marah oleh seorang perwira TNI gara-gara koran yang diantarnya terlambat.
"Kemudian saya antar ada koran waktu itu saya terlambat sampai diamuk sama ada Mayor kavaleri itu karena koran itu jatuh agak kotor," kata Dudung.
"Pas saya kasihkan malah diamuk itu," sambungnya.

Baca juga: Sosok Semuel Takatelide, Pencipta Lagu Terpesona yang Viral dan Jadi Yel-yel TNI-Polri
Dudung bercerita sehabis rutinitasnya mengantar koran selesai, ia kemudian megnedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.
"Kemudian setelah itu pulang sampai di rumah, ibu itu sudah beres goreng makanan-makanan yang siap dikirim," ucap Dudung.
Dudung bercerita saat dirinya dulu berjualan klepon, ia pernah dilakukan buruk oleh seorang oknum TNI.
"Ini ada cerita menarik ini kue klepon ini," kata dia.
"Jadi saya antar ke Kodam, Kodam 3 Siliwangi, saya antar ke kantin," lanjutnya.
Dudung kecil kala itu sudah biasa keluar masuk areal Komando Daerah Militer III/Siliwangi untuk mengantar makanan kecil.
Namun apesnya saat itu anggota TNI yang menjaga kebetulan baru dan belum mengenal Dudung.
"Karena kan kita sudah biasa tiap hari antar, rupanya yang jaga itu karena mungkin tamtama baru dia belum kenal," kata Dudung.
Akhirnya Dudung ditegur karena masuk tanpa menginfokan anggota tamtama tersebut.
"Kamu enggak pamit-pamit," ucap Dudung menirukan perkataan anggota tamtama tersebut.
Dudung bercerita setelah dirinya ditegur oleh anggota tamtama itu, dagangan klepon miliknya ditendang oleh oknum tamtama tersebut.
"Ditendang itu klepon itu," ujar Dudung.
"Akhirnya 55 (klepon) itu bubar semua itu, pada gelinding-gelinding."
"Abis itu saya ambilin, terus saya balik lagi karena sudah kotor semua."
"Akhirnya saya bilang ke ibu minta diganti lagi untuk diantar lagi," sambungnya.
Dudung bercerita setelah kejadian itu terjadi, akhirnya oknum tamtama itu mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.
Ia bercerita bahwa momen itulah yang membuat semangat di dalam dirinya membara dan mulai bercita-cita menjadi seorang perwira TNI.
"Dari situ saya mulai bangkit," kata Dudung.
"Awas nanti saya bilang, saya jadi perwira nanti saya."
"Di situlah mulai cita-cita saya itu ingin jadi taruna itu di situ."
Dudung ingin agar tidak ada lagi anggota TNI yang bertindak seenaknya kepada masyarakat sipil.
"Artinya tidak boleh semena-mena lah kepada masyarakat," tegas Dudung.
Simak video selengkapnya mulai menit ke-4.15:
(TribunWow.com/Anung)