Terkini Daerah
Remaja Tewas Tertusuk Keris saat Ikuti Ritual Napak Pertiwi di Bali, Korban Disebut Alami Kesurupan
GNEP tewas setelah tertusuk keris saat menari tarian rangda di acara ritual Napak Pertiwi di sebuah rumah di Jalan Sutomo.
Editor: Claudia Noventa
GNEP tewas setelah tertusuk keris saat menari tarian rangda di acara ritual Napak Pertiwi di sebuah rumah di Jalan Sutomo, Banjar Blong Gede, Pemecutan Kaja.
"Karena gamelan riuh biasa bunyinya pas kena (tertusuk-red) dianggap tidak apa-apa. Namun korban kemudian tersungkur, lalu saat ditolong oleh tukang gamel dan diperiksa ternyata ada darahnya," kata Kelian Dinas (kepala) Banjar Blong Gede, I Made Rispong Artha Sudanegara.
Baca juga: Puluhan Kucing di Banjarmasin Ditemukan Mati Berserakan Dalam Plastik dengan Keadaaan Mengenaskan
Baca juga: Sosok Suami Susul Istri Meninggal saat Ngaji di Dekat Jenazah Bukan Orang Sembarangan, Ini Faktanya
Terjadi saat Korban Diduga Kerasukan
Rispong menjelaskan, ritual Napak Pertiwi diikuti lebih kurang 30 orang.
Saat ritual tersebut berlangsung, korban mengalami kerauhan atau kesurupan.
Dan saat itu peserta lain yang memegang keris menusuk tubuh korban.
"Pesertanya itu sekitar 30 orang, ritualnya namanya Napak Pertiwi," katanya ditemui di Bale Banjar Blong Gede, Jumat (5/2/2021).
Namun, tiba-tiba tubuh korban tersungkur dan ada darah keluar. Korban segera dilarikan ke RSUD Wangaya, Denpasar.
Diduga lukanya terlalu parah, nyawanya tak dapat diselamatkan.
"Pesertanya itu sekitar 30 orang, ritualnya namanya Napak Pertiwi," katanya ditemui di Bale Banjar Blong Gede, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Kata Polisi soal Beredar Foto Pelaku Pembunuhan Gadis Tertancap Bambu, Akui Kesulitan Ungkap Kasus
Tanggapan Polisi
Sementara itu, saat dikonfirmasi kejadian itu, polisi mengaku belum mendapat laporan dari pihak keluarga korban.
Namun demikian pihaknya masih mengkaji apakah ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Sebab, peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian upacara adat.
"Itu masih kita dalami, laporan tak ada dari korban. Kami polisi terap mendalami apakah ada unsur kesengajaan kita kan di Bali ada adat istiadat, kita lakukan pendalaman," kata Kepala Polresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan di Mapolresta Denpasar, Sabtu (6/2/2021).(*)