Terkini Daerah
Kisah Siswi SMP di Aceh Jadi Kuli Bangunan demi Bantu Keluarganya: Saya Sering Nggak Masuk Sekolah
Zahra, pelajar kelas 3 SMP Negeri 5 Lhokseumawe, terpaksa bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Lhokseumawe.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Zahra, pelajar kelas 3 SMP Negeri 5 Lhokseumawe, terpaksa bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Lhokseumawe.
Gadis bertubuh mungil itu terpaksa melupakan masa-masa indah sekolah layaknya pelajar kebanyakan.
Dia harus bekerja membantu kebutuhan hidup orangtua dan tiga saudaranya.
Baca juga: Siswi SMP Dirudapaksa Guru Selama 3 Tahun, Korban Diberi Obat Anti-hamil, Ini Modusnya
Langka, bagi seorang pekerja wanita menjadi kuli bangunan di Aceh. Zahra membuang rasa malu itu demi bisa melanjutkan hidup.
Dia menetap di gubuk reyot sementara di Desa Uteun Kot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Rumahnya sendiri sedang dibangun hasil patungan guru sekolahnya di Desa Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
“Saya sering tidak masuk sekolah. Maka, saya bekerja, ikat besi bangunan rumah, dan lain sebagainya. Terpenting uang harian saya bisa bantu orangtua, sebagian buat sekolah saya dan dua adik. Abang saya sudah tamat SMA satu orang,” katanya.
Di gubuk itu tanpa penerangan listrik.
Hidup dengan lampu teplok di kota yang dulu dijuluki petro dollar.
Cerita ini pun viral di media sosial.
Rasa simpati dan empati membawa sejumlah orang turut membantu.
Baca juga: Gelap Mata Cintanya Ditolak, Motif Pria Bunuh dan Rudapaksa Siswi SMP di Karawang, Ini Kronologinya
Pihak sekolah membantu rehab rumah Zahra dengan biaya seadanya.
Lela, sang ibu menuturkan dirinya terus bekerja serabutan.
Namun, apa hendak dikata.
Rezeki tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya empat buah hatinya.
Ibu tunggal itu pun terus bertahan di gubuk sementara berukuran 3 x 2 meter itu.
Satu ruangan itu dipakai untuk dapur sekaligus ruang tamu.
Sangat tidak layak huni.
“Sampai sekarang kami belum terima bantuan pemerintah,” katanya.
Sehari-hari Lela menjadi buruh cuci pakaian. Mendatangi rumah ke rumah.
Baca juga: Kronologi Siswi SMP Tewas di Tengah Parit setelah Dirudapaksa Pria yang Baru Dikenal Sehari
Uang itu digunakan buat sekolah Zahra kelas 3 SMP, Sucila Iqomah kelas 1 SMP dan Wahyuda kelas 1 SD.
Seorang putranya, Ilham Hidayat telah tamat SMA.
“Rumah yang dibangun dewan gurunya Zahra itu adalah tanah desa. Saya tak punya tanah sama sekali,” katanya.
Kini, kisah Zahra menjadi pemicu nurani.
Agar kita terus berbagi untuk memuliakan sesama anak bangsa.
(Kompas.com/Masriadi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Zahra, Siswi SMP Jadi Kuli Bangunan demi Bantu Orangtua dan Adik-adiknya"