Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Pratikno Sebut Jokowi Tak akan Jawab Surat AHY soal Kudeta Demokrat, Mengapa?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan surat tersebut sudah diterima, namun tak perlu dijawab.

Editor: Lailatun Niqmah
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan surat tersebut sudah diterima, namun tak perlu dijawab oleh Jokowi, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak akan menanggapi surat yang dikirimkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Surat tersebut berisi soal isu kudeta atau pengambil-alih paksa kepemimpinan Partai Demokrat yang saat ini dijabat AHY.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan surat tersebut sudah diterima, namun tak perlu dijawab.

Baca juga: Moeldoko Sebut Nama Luhut saat Klarifikasi Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Jangan Cari-cari Alibi Pak

Dikutip dari Kompas.com alasan istana tak perlu menjawab surat AHY lantaran hal tersebut dianggap masalah internal partai politik.

"Karena itu adalah perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tanggal internal Partai Demokrat yang semuanya kan sudah diatur di dalam AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)," ujar dia.

Diketahui AHY berkirim surat kepada Presiden Jokowi.

Surat tersebut dikirimkannya setelah dirinya memberikan pernyataan soal dugaan akan ada pengambil-alih paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

AHY juga menyebut gerakan itu sudah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Jokowi.

Kemudian, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menggenapi pernyataan AHY.

Herzaky menyebut, orang di lingkungan Istana yang hendak mengambil alih kekuasaan di partainya adalah Moeldoko.

Baca juga: Dituding Kudeta Demokrat demi Maju Pilpres 2024, Moeldoko: Kalau yang Orbitkan Sana Ya Alhamdulillah

Demokrat beranggapan, gerakan ini dilancarkan untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2024.

Namun demikian, tudingan tersebut telah berulang kali dibantah Moeldoko.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mengungkapkan nama-nama yang diduga ingin mengkudeta Partai Demokrat.

Bukan hanya Darmizal, namun juga tiga nama politikus lainnya.

"Marzuki Alie, Jhoni Allen, dan Nazaruddin," kata Rachland dikutip dari Kompas.com.

Rachland mengaku mendapat informasi tersebut dari kesaksian kader Demokrat, yang tak disebutkan namanya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Isu Kudeta Partai DemokratGerakan Politik Ambil Alih Partai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)JokowiPratikno
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved