Isu Kudeta Partai Demokrat
Demokrat Klaim Moeldoko Ngaku Direstui Sosok Pak Lurah, PDIP: Silakan Langsung Konfirmasi ke Jokowi
Pihak Partai Demokrat mengklaim upaya kudeta yang hendak dilakukan sejumlah tokoh direstui oleh sosok "Pak Lurah".
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pihak Partai Demokrat mengklaim upaya kudeta yang hendak dilakukan sejumlah tokoh direstui oleh sosok "Pak Lurah".
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (2/2/2021).
Diketahui sebelumnya beredar isu Partai Demokrat mengklaim ada 5 tokoh yang berencana menggulingkan partainya.

Baca juga: Demokrat Ungkap Bukti Pengakuan Moeldoko soal Kudeta, Terlihat saat Pasang Badan Lindungi Jokowi
Di antara 5 orang itu termasuk pejabat tinggi yang kini berada di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
"Peristiwa ini harus diklarifikasi kepada Presiden Jokowi karena ada salah satu di lingkaran Jokowi yang menyampaikan kepada para saksi ini bahwa untuk merebut kekuasaan ini didukung beberapa pejabat tinggi dan menteri dan direstui," ungkap Herman Khaeron.
"Para saksi menyebutkan para saksi menyebutkan bahwa ini direstui oleh Pak Lurah," katanya, merujuk pada Jokowi.
Ketika ditanya tentang hal itu, Herman tidak membantah klaim ini berdasarkan pengakuan Moeldoko sendiri.
Maka dari itu, ia meminta Jokowi mengklarifikasi klaim tersebut.
Diketahui pihak Demokrat telah mengirim surat melalui Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Oleh karena itu sebagai kesantunan warga negara yang baik, maka ketua umum berkirim surat kepada presiden," kata Herman.
Selanjutnya politikus PDIP Deddy Sitorus menanggapi klaim pihak Demokrat.
Baca juga: Marzuki Alie: Kalau AHY Nuduh Saya Tidak Bisa Buktikan, Mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat
"Kita tidak tahu yang mengucapkan itu siapa. Yang dimaksud pejabat pemerintah itu apa Pak Moeldoko? Kalau iya, jelas saja," komentar Deddy Sitorus.
Ia meminta klaim itu perlu pembuktian.
Deddy menyebut tidak masalah jika Demokrat langsung meminta klarifikasi dari Jokowi.
"Kalau memang maksudnya klarifikasi dan konfirmasi, silakan saja langsung ke Pak Jokowi. Tidak menulis surat, tidak perlu teatrikal seperti itu, lalu tidak perlu ribut di media sosial," saran Deddy.
Ia menambahkan, hubungan Jokowi dengan AHY dan mantan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejauh ini baik-baik saja.
"Saya sudah katakan, hubungan Pak Jokowi dengan Pak SBY itu perfect. Hubungan Pak Jokowi dengan Pak AHY itu oke," terang Deddy.
Lihat videonya mulai menit 5.00:
Demokrat Ungkap Bukti Pengakuan Moeldoko soal Kudeta
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi bantahan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait isu kudeta partai.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam Kabar Petang di TvOne, Selasa (2/2/2021).
Diketahui sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap ada sekelompok orang yang hendak berbuat makar terhadap partainya.
Baca juga: Alasan Demokrat Surati Jokowi terkait Kelakuan Moeldoko, Andi Mallarangeng: Prosedur dari Pak Lurah?
Satu di antara nama yang disebut-sebut adalah Moeldoko yang kini memangku jabatan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pihak Demokrat lalu mengirim surat kepada Jokowi untuk memberitahukan upaya kudeta tersebut.
"Kami ingin menyampaikan informasi ini langsung kepada Pak Jokowi sehingga Pak Jokowi tidak mendengarnya dari publik atau sumber-sumber yang tidak jelas," jelas Herzaky Mahendra Putra.

Ia mengaku khawatir karena Moeldoko menjabat posisi yang penting dan dekat dengan Jokowi.
"Karena bahayanya ini adalah pejabat dekat beliau, oknum kalau kami sampaikan, yang berusaha melakukan pengambilan paksa partai politik yang punya hak dalam demokrasi," ungkit Herzaky.
Selain itu, hal yang membahayakan adalah isu kudeta ini turut menyeret nama pejabat tinggi negara, menteri, bahkan Jokowi sendiri.
Herzaky mengaku pihak Partai Demokrat khawatir isu kudeta ini tidak dapat diredam.
Baca juga: Seret Nama Jokowi, Eks Waketum Partai Demokrat Sentil AHY dan Para Kader: Selesaikan secara Elegan
Maka dari itu AHY memutuskan untuk langsung memberitahukan keadaan partainya melalui surat kepada Jokowi.
Diketahui Moeldoko sempat mengakui dirinya bertemu dengan beberapa tokoh Partai Demokrat yang diduga menjadi dalang kudeta.
Meskipun begitu, ia mengaku tidak ada pembahasan tentang upaya kudeta dalam pertemuan itu.
"Kalau saya melihat Pak Moeldoko membantah agak bingung juga," komentar Herzaky.
Ia juga menyoroti sikap Moeldoko yang langsung pasang badan agar Jokowi tidak terkena isu-isu miring.
Menurut Herzaky, pernyataan itu justru menjadi bukti pengakuan Moeldoko.
"Statement Pak Moeldoko di awal bilang, 'Jangan ganggu Pak Jokowi. Ini Moeldoko, bukan Pak Jokowi'," singgung Herzaky.
"Saya agak bingung, itu 'kan namanya pengakuan ini urusannya Pak Moeldoko, padahal kita belum bilang secara langsung," jelasnya. (TribunWow.com/Brigitta)