Breaking News:

Terkini Daerah

Juru Bicara OPM Dirampok di Pasifik, Uang dan Barang Ratusan Juta Lenyap, Korban Alami Syok 10 Hari

Juru Bicara OPM Sebby Sambon dirampok beberapa pekan lalu di kawasan Pasifik. Sejumlah barang berharganya lenyap termasuk uang ratusan juta rupiah

Tayang:
Tribun Batam
Ilustrasi pencurian. Juru Bicara OPM Sebby Sambon dirampok beberapa pekan lalu di kawasan Pasifik. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara OPM Sebby Sambon dirampok beberapa pekan lalu di kawasan Pasifik.

Sejumlah barang berharganya lenyap termasuk uang ratusan juta rupiah. Hal itu diungkapkan Sebby Sambon.

"Info Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dirampok Warga Papua bekerja sama dengan Kelompok Kriminal di Kawasan Pasifik."

"Info ini perlu kami sampaikan kepada semua pihak, karena akibat dari perampokan ini maka Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) tidak melakukan fungsi kerja sebagai Juru Bicara selama 20 hari,"jelas Sebby Sambon melalui pesan elektroniknya, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Isi Surat KKB Papua untuk Tim Keamanan TNI-Polri di Intan Jaya setelah Tembak Mati Warga Sugapa

KKB OPM kirim pesan pada pemerintah setelah Virus Corona masuk ke Papua, pada Minggu (22/3/2020).
KKB OPM kirim pesan pada pemerintah setelah Virus Corona masuk ke Papua, pada Minggu (22/3/2020). (Facebook TPNPB)

"Oleh karena itu dengan terpaksa kami harus sampaikan kepada semua pihak, yang terutama kepada semua Journalis di Seluruh Dunia supaya terang,"ucapnya.

Kronologis perampokan, terjadi pada tanggal 13 Januari 2021, di suatu tempat di Wilayah Pasifik.

Pelakunya Orang Asli Papua (OAP) sendiri.

"Dengan cara memerintahkan orang lokal di suatu wilayah di Pasifik merampok semua barang milik Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Sebby Sambom termasuk uang tunai sebesar PGK44,500 atau senilai IDR1 77,862,198.58 Indonesian Rupiahs, dengan dalil bahwa barang milik Jubir TPBPB-OPM diambil oleh Kelompok Kriminal di lokasi setempat."

Tapi klaim Sebby, ada anggota kelompok perampok yang dia kenal.

Baca juga: Ngaku Pernah Diminta Jadi Istri Kedua Raffi, Nita Thalia Kini Sebut Hanya Bercanda: Aneh Aja Netizen

"Tetapi dalil dengan niat jahat ini telah ketahuan, karena dalam kelompok perampok itu, ada orang yang Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom kenal,"tukasnya.

Sebby mengatakan, akibat kejadian segala aktivitasnya terganggu.

"Dan selama 10 hari Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom telah mengalami shock dan telah menderita secara mental juga secara phsikologis,"ungkapnya.

Dengan situasi Krisis yang telah di alami oleh Jubir TPNPB-OPM ini, maka semua pertanyaan Wartawan dari berbagai media tentang Perang Pembebasan Nasional yang dilakukan Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di seluruh wilayah Papua, belum terbalas sampai pada hari Selasa tanggal 2 Februari 2021.

"Dengan demikian, saya Sebby Sambom sebagai Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sampaikan permohonan maaf kepada semua pihak dan yang terutama kepada Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM yang sedang Perang dengan Pasukan Kriminal Indonesia yaitu Tentara dan Polisi Indonesia,"kata Sebby.

"Sampai sekarang Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom sembunyi di kampung yang tidak ada Listrik, dan juga tidak ada jaringan telp serta tidak bisa akses Internet. Baru dua hari ini Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom ke kota untuk informasikan kepada semua pihak, tentang situasi krisis yang dialami oleh Jubir TPNPB-OPM,"jelasnya.

Mengapa Orang Asli Papua yang sesama pejuang merampok pejuang lain.

"Kami percaya bahwa hal ini akan terungkap setelah Papua merdeka penuh dari Penjajahan Indonesia."

"Mohon advokasi semua pihak, dan terima kasih atas kerja sama yang baik. Kami butuh keadilan perdamaian dan kedamaian,"tutup Sebby. (*)

Tags:
Organisasai Papua Merdeka (OPM)Papua BaratPasifikPerampokanKriminal
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved