Breaking News:

Vaksin Covid

Para Ilmuwan Klaim Vaksin Covid-19 Moderna Bekerja terhadap Varian Baru Virus Corona

Ilmawan dari perusahaan farmasi AS mengklaim Vaksin Covid-19 Moderna bekerja terhadap varian baru Virus Corona.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Acara simulasi vaksinasi dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar. 

TRIBUNWOW.COM - Vaksin Covid-19 Moderna diklaim oleh ilmuwan dari perusahaan farmasi AS dapat bekerja terhadap varian baru Virus Corona yang lebih menular, yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Dikutip dari Kompas.com, tes laboratorium awal menunjukkan antibodi yang dipicu oleh vaksin Covid-19 dapat mengenali dan melawan varian baru Virus Corona.

Namun, masih diperlukan lebih banyak studi untuk mengkonfirmasi kebenaran klaim tersebut dan meyakinkan orang-orang yang telah melakukan vaksinasi.

Baca juga: Retno Marsudi Sebut Indonesia Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Gratis hingga 20 Persen Penduduk dari Covac

Varian baru Virus Corona telah menyebar dengan cepat di sejumlah negara.

Varian baru Virus Corona telah mengalami perubahan atau mutasi yang artinya varian baru itu dapat menginfeksi sel manusia lebih mudah dari pada varian asalnya yang telah menyebabkan pandemi.

Para pakar berpikir varian baru asal Inggris, yang muncul pada September 2020 mungkin 70 persen lebih menular, seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (26/1/2021).

Vaksin Covid-19 saat ini dirancang dengan melihat varian asal, tapi para pakar meyakini bahwa seharusnya tetap bekerja melawan varian baru Virus Corona.

Meski, mungkin tidak cukup baik.

Sudah ada beberapa hasil awal yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer melindungi dari varian baru Virus Corona Inggris.

Baca juga: Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Menerima Vaksin Covid-19 Sinovac, Siapa Saja?

Untuk studi vaksin Covid-19 Moderna, peneliti melihat sampel darah yang diambil dari 8 orang yang telah menerima dua dosis vaksin Moderna yang direkomendasikan.

Temuan ini belum ditinjau lebih lanjut, tetapi menunjukkan kekebalan dari vaksin Moderna mengenali varian baru Virus Corona.

Antibodi penetral, yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh, menghentikan varian baru Virus Corona memasuki sel.

Dilaporkan sampel darah yang terpapar varian baru virus corona tampaknya memiliki antibodi yang cukup untuk mencapai efek penetralisir itu, meskipun tidak sekuat untuk varian dari Afrika Selatan, jika dibanding untuk varian dari Inggris.

Moderna mengatakan bahwa perlindungan terhadap varian baru Virus Corona dari Afrika Selatan mungkin akan hilang lebih cepat.

Prof Lawrence Young, seorang ahli virus di Warwick Medical School di Inggris, mengatakan hal ini akan mengkhawatirkan.

Baca juga: Budi Sadikin Pakai Data KPU untuk Vaksinasi, Saleh Daulay: Berarti Selama Ini Data di Kemenkes Salah

Moderna saat ini sedang menguji apakah memberikan suntikan penguat ketiga mungkin bermanfaat.

Seperti para ilmuwan lain, perusahaan Moderna juga sedang menyelidiki apakah merancang ulang vaksin adalah solusi yang lebih baik.

Stephane Bancel, CEO Moderna, mengatakan perusahaan percaya bahwa "sangat penting untuk bersikap proaktif saat virus berkembang".

Regulator Inggris telah menyetujui vaksin Covid-19 Moderna untuk diluncurkan di NHS, tetapi dosis yang dipesan 17 juta diperkirakan tidak akan tiba sampai musim semi.

Vaksin Moderna bekerja dengan cara yang mirip dengan Pfizer yang sudah digunakan di Inggris.

Lebih dari 6,3 juta orang di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin Pfizer atau AstraZeneca. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vaksin Moderna Disebut Para Ilmuwan Bekerja terhadap Varian Baru Virus Corona"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Vaksin Covid-19ModernaCovid-19Virus CoronaVaksinIlmuwan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved