Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri
Listyo Sigit Disebut Usulan dari PDIP, Masinton Bandingkan Sikap Jokowi Periode Pertama dan Kedua
Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Masinto Pasaribu tanggapi soal tudingan Kapolri baru Listyo Sigit Prabowo merupakan usulan dari partainya.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Masinto Pasaribu tanggapi soal tudingan Kapolri baru Listyo Sigit Prabowo merupakan usulan dari partainya.
Dilansir TribunWow.com, Masinton mengaku tidak membenarkan tudingan tanpa dasar tersebut.
Hal itu diungkapkannya dalam tayangan YouTube Akbar Faizal Uncencored, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Ragukan Kapolri Baru Listyo Sigit Bakal Penuhi Janji, IPW Beri Contoh Idham Azis: 10% Saja Bagus
Baca juga: Feri Amsari Ungkit Jokowi Berutang Penjelasan soal Kapolri Listyo: Dari 300 Jenderal Kenapa Sigit?
"Enggak lah," ujar Masinton.
Menurut Masinton, penunjukkan Listyo Sigit sebagai calon Kapolri murni merupakan rekomendasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai wujud dari hak prerogratifnya, terlepas itu memiliki kedekatan atau tidak.
Dirinya juga memastikan, tidak hanya PDIP, beberapa partai lain tidak berhak untuk memberikan usulan.
"Kan biasanya kalau polisi (Kapolri) itu enggak ada usulan partai," kata Masinton.
"Bahwa masing-masing personal punya kedekatan itu relasi dia, tapi endorse dari partai enggak," jelasnya.
"Kalau kita lihat Kapolri-kapolri sebelumnya harusnya seperti itu."
Terkait alasan kenapa Jokowi akhirnya memilih Listyo Sigit, Masinton justru membandingkan sikap dari Jokowi pada periode pertama dengan periode kedua saat ini.
Untuk periode pertama, ia tidak memungkiri bahwa mungkin ada pengaruh-pengaruh yang didengar oleh Jokowi dalam setiap penunjukan pejabatnya ataupun pengambil kebijakan.
Sedangkan untuk periode kedua, ia menyakini Jokowi lebih berani bersikap independen sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Tanah Air.
Baca juga: Usulan Sudjiwo Tedjo untuk Kapolri Baru Listyo Sigit, Singgung soal Cebong dan Kadrun: Hate Speech
"Kalau lihat kenapa Pak Sigit, ya mungkin saya membacanya ini kan periode kedua Pak Jokowi," kata Masinton.
"Kalau pada masa periode pertama ya beliau banyak melakukan kompromi atau masukan dari lingkarannya tentang referensi orang-orang yang akan duduki jabatan-jabatan strategis."
"Kalau saat ini kayaknya Pak Jokowi sudah punya pilihan kemudian ya beliau komunikasikan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Masinton mengatakan selain karena memang hak prerogatif Jokowi, penunjukan Listyo Sigit sebagai Kapolri baru juga tidak terlepas dari kualitas dan kapasitasnya.
"Tentu pilihannya sepertinya kalau saya membaca karena periode kedua, semuanya itu baik, panglima TNI juga menurut saya," kata Masinton.
"Yang memiliki loyalitas tunggal, dia tidak terafiliasi dengan tokoh-tokoh politik atau seniornya," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 21.15
Feri Amsari Sebut Jokowi Berutang Penjelasan soal Kapolri Listyo
Direktur Pusat Studi dan Kajian Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menyoroti alasan pemilihan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri baru.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, diunggah Senin (25/1/2021).
Diketahui sebelumnya Listyo Sigit diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri.

Baca juga: Listyo Sigit Jadi Kapolri, ICK Sarankan Tiru Langkah Jokowi: Saya Yakin Tidak Ada Gejolak
Kabareskrim Polda Metro Jaya tersebut kemudian dinyatakan memenuhi syarat fit and proper test oleh DPR, sehingga akan segera dilantik.
Feri Amsari kemudian menyoroti penunjukan Listyo Sigit sebagai Kapolri.
Ia membenarkan penunjukan itu merupakan kewenangan presiden.
"Tapi pertanyaan besarnya apakah pilihan presiden sudah selesai dengan prinsip-prinsip konstitusional yang ada," kata Feri Amsari.
Feri menyinggung tugas utama polisi yang tercantum dalam konstitusi adalah menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka melayani, mengayomi, dan melindungi.
Ia menegaskan dasar konstitusi itu menjadi penting dalam pemilihan Kapolri yang baru.
"Oleh karena itu figur yang dipilih mestinya yang sesuai punya catatan dengan prinsip konstitusi," kata Feri.
"Taruhlah sekarang dipilih Pak Sigit. Presiden mestinya menjelaskan ke publik, 'Kenapa saya memilih Sigit? Apa alasannya?'," lanjut dia.
Baca juga: Mahfud MD Beri Penekanan Khusus untuk Satu Janji Calon Kapolri Listyo Sigit: Ini Penting
Pakar hukum ini menilai Jokowi berutang penjelasan ke publik tentang alasan Sigit dipilih sebagai calon tunggal.
Ditambah dengan fakta di Indonesia ada 304 polisi yang kini berpangkat jenderal.
"Tidak ujug-ujug satu orang dikirim ke DPR tanpa menjelaskan kenapa dia dipilih figur terbaik?" ungkit Feri.
"Sejauh ini 'kan yang saya lihat di kepolisian itu terlalu banyak figur. Tadi sudah disampaikan, ada banyak jenderal, 300-an jenderal. Dari 300 itu kenapa Pak Jokowi memilih Sigit?" tanya dia.
Menurut Feri, sejauh ini alasan yang muncul terkait alasan pribadi kerja sama Jokowi dan Listyo Sigit, bukan terkait prestasinya sebagai polisi.
"Yang muncul di publik adalah Pak Sigit mantan ajudannya, Pak Sigit sama-sama dengan beliau di Solo, bukan dengan apa yang tampil apa yang pernah dia lakukan sebagai orang mengambil amanah masyarakat melayani, mengayomi, dan melindungi," tambah Feri. (TribunWow/Elfan/Brigitta)