Breaking News:

Terkini Daerah

Ibu Kenang Momen Terakhir Temani Anaknya Wisuda sebelum Digugat soal Mobil Fortuner: Saya Kaget

Sungguh ironis kisah Ibu Dewi yang digugat oleh anaknya sendiri satu bulan setelah menemani putranya menghadiri acara wisuda.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dewi Firdauz, ibu yang digugat anaknya karena mobil Fortuner, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh kasus Ibu Dewi Firdauz (52) yang digugat oleh anaknya sendiri yakni Alfian Prabowo (25) soal kepemilikan mobil Toyota Fortuner.

Kasus tersebut juga menerima perhatian khusus dari Anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang berkomitmen mendamaikan Dewi yang digugat oleh Alfian.

Ironisnya, sebelum digugat oleh sang anak, Dewi sempat menemani putranya itu melangsungkan acara wisuda.

Dewi Firdauz (kiri), ibu yang digugat oleh anaknya sendiri terkait kepemilikan mobil Toyota Fortuner. Surat gugatan sang anak kepada ibunya (kanan) saat dipegang oleh kuasa hukumnya.
Dewi Firdauz (kiri), ibu yang digugat oleh anaknya sendiri terkait kepemilikan mobil Toyota Fortuner. Surat gugatan sang anak kepada ibunya (kanan) saat dipegang oleh kuasa hukumnya. (Kolase (Istimewa via TribunJabar.com) dan (KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA))

Baca juga: Dengar Ibu-ibu Menangis Curhat Fakta di Balik Gugatan Anaknya, Dedi Mulyadi: Ya Allah Ya Rabb

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewi pada kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Sabtu (23/1/2021).

Dewi bercerita sidang tersebut dimulai pada Oktober 2020 lalu.

Sebelum menceritakan soal awal mula sidang, Dewi mengenang momen terakhirnya menemani sang anak dalam acara wisuda.

Tepat satu bulan sebelum menerima surat dari pengadilan negeri, yakni pada September 2020, ia pergi ke Yogyakarta untuk mendampingi anaknya melangsungkan wisuda kelulusan kuliah.

"Saya ambil cuti untuk mendampingi wisudanya di Jogja, wisuda online, daring," kata Dewi.

Kemudian sebulan setelahnya barulah Dewi menerima surat dari pengadilan negeri soal gugatan dari anaknya.

"Saya pulang kantor, saya lihat amplop, ternyata dari pengadilan negeri, saya kaget luar biasa," ujar Dewi.

Semenjak digugat oleh anaknya sendiri, Dewi mengaku sudah menjalani 5 kali proses persidangan.

Awalnya adalah pemberitahuan, lalu berlanjut ke proses mediasi.

Dewi bercerita, proses mediasi gagal karena ia tidak setuju dengan proses berjalannya mediasi tersebut.

"Kedua, diundang untuk mediasi, tapi mediasinya dinyatakan gagal," terang Dewi.

"Dilanjutkan sidang berikutnya, sidang berikutnya pembacaan gugatan."

Berdasarkan pengakuan Dewi, yang digugat oleh anaknya bukan hanya dirinya, namun suaminya juga digugat alias ayah dari anaknya.

Dewi dan suaminya diketahui sudah bercerai sebelum gugatan itu diajukan oleh Alfian.

Suami Dewi digugat atas masalah yang sama yakni kepemilikan mobil.

Diketahui mobil tersebut masih termasuk dalam harta gono-gini Dewi dan suaminya yang persidangannya belum selesai.

"Karena statusnya masih ada sidang gono-gini itu masih berlangsung," kata Dewi.

Seperti yang diketahui, Dewi kini digugat setelah dianggap oleh penggugat yakni anaknya sendiri berutang sebesar Rp 200 juta sebagai bentuk tarif sewa mobil.

Baca juga: Fakta Mobil Fortuner Penyebab Ibu Digugat Anaknya Rp 200 Juta, Beli Pakai Nama Anak saat Masih SMA

Simak video selengkapnya mulai menit ke-11.00:

Fakta Mobil Fortuner Penyebab Anak Gugat Ibu

Kasus ini bermula ketika sang ibu menggunakan nama anaknya saat membeli mobil Fortuner yang kini dipermasalahkan tersebut.

Sebelumnya, dihubungi oleh Dedi lewat sambungan telepon, Dewi bercerita sumber masalah yang menyebabkan dirinya digugat oleh anak kandungnya sendiri.

Awalnya pada tahun 2007 silam, Dewi membeli sebuah mobil Yaris untuk digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari.

Namun karena anaknya semakin dewasa, ia berniat mengganti mobil Yaris itu dengan mobil baru yang lebih besar agar nyaman.

"Seiring berjalannya waktu, kalau pergi bersama anak-anak terasa anak-anak itu semakin besar," ujar Dewi.

"Ada rezeki di tahun 2013 awal, Yaris saya jual."

Mulanya Dewi hendak membeli mobil Toyota Innova, namun karena ditawari promo mobil Fortuner, akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada mobil Fortuner.

Mobil Yaris lama miliknya ia jual ke temannya yang memiliki bisnis mobil bekas atau second.

Namun selama mobil Yaris miliknya belum laku dibeli pembeli lain, rekan Dewi meminta agar Dewi terus menanggung pajak mobil tersebut.

"Yaris saya itu saya jual kepada teman yang bisnisnya jual beli mobil second," kata dia.

Baca juga: Digugat Anak soal Mobil Fortuner, sang Ibu Ungkit Sakitnya Melahirkan: Bekas Jahitan Tak akan Hilang

Masalah dimulai ketika ia membeli mobil Fortuner yang baru.

Dewi bingung harus menggunakan nama siapa untuk dicatutkan dalam kepemilikan mobil Fortuner tersebut, sebab namanya masih dicatutkan dalam mobil Yaris yang waktu itu belum laku terjual.

Ia diperingatkan oleh sales mobil Fortuner apabila Dewi nekat menggunakan namanya untuk dua mobil maka pajak yang ditanggung akan besar.

"Saat fortuner-nya mau dibeli nama, sales-nya bilang 'Bu Dewi mana KTP-nya?'," kata Dewi.

"Namanya emak-emak itu kan kepinginnya berhemat terus," ujar dia.

"Terus akhirnya nama siapa Fortuner-nya?" tanya Dedi.

Dewi bercerita, akhirnya ia menggunakan nama anaknya sendiri, yakni Alfian Prabowo saat membeli mobil Fortuner tersebut.

"Anak saya pas umur 17 itu pak, masih SMA," ujar Dewi.

"Saya cantumkan untuk di mobil Fortuner." (TribunWow.com/Anung)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Dewi FirdauzFortunerWisudaSemarangJawa Tengah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved