Breaking News:

Terkini Daerah

Disebut Harus Bayar Rp 170 Juta untuk Pulangkan Jenazah TKW, Pihak Desa: Jangan Ditakut-takuti

Suniah (50), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu dikabarkan meninggal dunia di Arab.

Editor: Mohamad Yoenus
TribunJabar.id/Handhika Rahman
Rumah Suniah di Indramayu. Suniah (50), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. 

TRIBUNWOW.COM - Suniah (50), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi pada Selasa (19/1/2021).

Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga yang ada di Indonesia berkabung.

Suniah sendiri diketahui ditemukan meninggal dunia seusai mengalami sakit kepala yang teramat.

Baca juga: Beredar Pesan Berantai Jenazah TKW Asal Sragen Terlantar di Malaysia, Ini Kata KBRI dan Disnaker

Ia ditemukan tergeletak di kamar mandi rumah majikannya di Arab Saudi setelah 3 jam tidak keluar dari kamar mandi.

Keluarga pun, kini mengaku kebingungan untuk memulangkan jenazahnya ke Indonesia.

Pasalnya, konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi meminta sejumlah uang dalam nominal besar dengan alasan biaya pemulangan jenazah.

Terlebih, Suniah sendiri diketahui merupakan TKW yang diberangkatkan secara ilegal pada sekitar tahun 2019 lalu.

"Katanya itu kalau ingin jenazah dipulangkan ke Tanah Air harus menyiapkan uang dalam jumlah besar, pihak kedutaan di sana yang bilang saat mengabari kakak saya meninggal," ujar adik Suniah, Kasman (48) kepada TribunJabar.id, Rabu (20/1/2021).

Kasman menambahkan, selain itu meminta uang dengan nominal besar, konsuler tersebut juga menyampaikan, untuk proses pemulangan jenazah kemungkin akan memakan waktu yang lama.

Yakni, sekitar 1-2 bulan dengan alasan pandemi Covid-19.

"Sampai sekarang kami dari pihak keluarga belum memutuskan harus bagaimana, masih mau berembuk dulu," ujarnya.

Baca juga: Fakta Jenazah TKW Asal Sragen Dikabarkan Telantar di Malaysia, Sudah Meninggal sejak November 2020

Kepala Desa Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi mengaku menyesali adanya permintaan uang tersebut.

Pemerintah desa pun, diakui dia, sama seperti pihak keluarga diberi kabar soal biaya yang harus disiapkan oleh pihak konsuler di Arab Saudi.

"Cuma sedikit yang kami pertanyakan kepada konsuler yang ada di Mesir, kenapa masyarakat kami itu seakan-akan ditakut-takuti untuk pemulangan jenazah ini, karena kalau ingin dipulangkan harus bayar Rp 170 juta," ujar dia.

Nominal tersebut disebutkan, Asyriqin Syarif Wahadi, tidak masuk akal.

Bahkan seharusnya, pihak keluarga tidak dibebani biaya sepeser pun untuk pemulangan jenazah.

Negara seharusnya bertanggungjawab penuh dan harus hadir melindungi warga negaranya dengan mengedepankan sisi kemanusiaan.

Dalam hal ini, pemerintah desa, disampaikan Asyriqin Syarif Wahadi, masih mengupayakan agar jenazah bisa dipulangkan tanpa keluarga harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

Baca juga: Ditinggal Istri Jadi TKW, Ayah Beri 2 Anaknya Susu yang Sudah Dicampur Racun lalu Coba Bunuh Diri

"Jadi kami berharap kepada pemerintah mohon memberikan kebijakan yang lebih baik untuk warga kami," ujarnya.

"Kalau dipulangkan, ya, dipulangkan kalau seandainya kebijakan untuk dikuburkan di sana, tolong jangan ditakut-takutin masalah finansial," kata Asyriqin Syarif Wahadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved