Terkini Daerah
Orangtua dan Adik Tiri Tewas saat Longsor di Manado, Maxi Selamat karena Beda Kamar: Seperti Guntur
Seorang anggota keluarga korban longsor di Perkamil, Paal Dua, Manado mengungkap kesaksian saat musibah itu terjadi pada Sabtu (16/1/2021).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Seorang anggota keluarga korban longsor di Perkamil, Paal Dua, Manado mengungkap kesaksian saat musibah itu terjadi pada Sabtu (16/1/2021).
Dilansir TribunWow.com, tiga di antara korban tersebut merupakan satu keluarga, yakni terdiri dari suami Fanny Poluan (50), istri Arni Laurens (44), dan Chelsea (8).
Diketahui Fanny dan Arni sudah pernah menikah sebelumnya, masing-masing telah memiliki anak dengan pasangan sebelum ini.

Baca juga: Tewaskan 15 Orang, Lokasi Longsor di Sumedang Sudah Rawan Sejak Awal: Terlihat Ada yang Retak
Chelsea diketahui merupakan anak yang dibawa Arni dari suami pertama.
Sementara itu anak dari pihak suami, Maxi Salea (27) mengungkap rasa duka saat ayah, ibu tiri, serta adik tirinya tewas akibat longsor.
Ia menuturkan longsor terjadi sekitar pukul 14.30 saat hujan deras.
Maxi menyebut sekeluarga tengah tertidur lelap, termasuk dirinya yang berada di kamar sebelah.
"Saat hujan kami sedang tidur di kamar sebelah. Saya bersama keluarga saya sedangkan ayah berada di kamar sebelah," tutur Maxi Salea, dikutip dari TribunManado.co.id.
Saat hujan tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh keras seperti guntur.
Anggota keluarga lain yang tidur bersama Maxi segera keluar rumah.
Namun longsor telanjur menimbun kamar yang ditempati Fanny, Arni, dan Chelsea.
Mereka berupaya mengevakuasi, tetapi ketiga korban tidak terselamatkan.
"Dengan begitu kami anak-anak langsung keluar dan melihat di kamar orangtua sudah tertimbun, kami langsung membongkar korban, tetapi karena hanya kami bertiga anak-anak saat kejadian jadi lama dievakuasi," jelas Maxi.
Maxi mengaku heran kedua orang tua dan adiknya tertidur lelap dan tidak mendengar suara gemuruh.
Pasalnya keluarga sudah tahu kawasan tersebut rawan longsor.
"Saya heran baru sekarang hujan lalu kami semua tidur, padahal biasanya tidak karena kami sudah tahu di belakang rumah rawan longsor," tutur Maxi.

Baca juga: Tangis Anak Polisi Kifni Kawulur Korban Tewas Longsor di Manado: Ayah Saya Lapar, Buatkan Telur
Diketahui di Kelurahan Perkamil sendiri longsor memakan 4 korban jiwa.
Selain tiga orang yang merupakan satu keluarga, korban lainnya adalah anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Kifni Kawulur (48).
Hal ini dikonfirmasi Kepala Lingkungan V Kelurahan Perkamil, Grace Tabaluyan.
"Satu korban lainnya adalah seorang anggota kepolisian bernama Aiptu Kifni Kawulur warga Aspol Perkamil yang juga tertimbun longsor," kata Tabaluyan.
Sementara itu terjadi pula longsor di titik lain, yakni di Kecamatan Malalayang.
Di lokasi tersebut ada dua korban longsor.
Seorang di antaranya telah ditemukan Basarnas Manado, yakni Meini Pondaag.
Satu lagi adalah San Hasan yang sedang dicari tim Basarnas.
Menurut Kapolsek Tikala AKP Emilda Sonu ada dua unit rumah yang rusak akibat longsor.
"Akibat longsor tersebut dua unit rumah yang rusak, dan terdapat tiga orang korban meninggal dunia yang tertimbun," kata Emilda.
Ia mengungkapkan kronologi kejadian longsor yang menewaskan korban.
"Kronologi menurut saksi, awalnya sekitar pukul 14.30 Wita, kemudian terjadi tanah longsor bertempat di rumah Grace Tabalujan," papar Emilda.
"Reruntuhan tersebut menimpa rumah Jems Sanjaya Di saat itu ketiga korban sedang dalam keadaan tertidur," jelasnya.
(TribunWow.com/Brigitta)
Artikel ini diolah dari TribunManado.co.id dengan judul Keluarganya Jadi Korban Longsor di Perkamil, Maxi: Saya Heran Baru Sekarang Hujan Kami Semua Tidur dan Longsor di Manado, 6 Orang Jadi Korban, 5 Meninggal 1 Masih Dalam Pencarian.