Terkini Daerah
Kesaksian Istri yang Suaminya Dibunuh Keponakan karena Masalah Warisan: Ya Allah, Kejam Nian
Istri dari Ardeni alias Den (50) memberikan kesaksian atas tewasnya sang suami akibat dibunuh oleh keponakannya sendiri, Alek Sander bin Sohar (26).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Istri dari Ardeni alias Den (50) memberikan kesaksian atas tewasnya sang suami akibat dibunuh oleh keponakannya, Alek Sander bin Sohar (26), Jumat (15/1/2021).
Ardeni seorang warga KM 4 Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara itu ditemukan tewas dalam kondisi yang menegenaskan di depan pintu rumah.
Korban diduga dibacok oleh Alek yang menyasar leher hingga mengakibatkan nyaris putus.

Baca juga: Pria Bunuh Teman karena Ucapan saat Video Call, Polisi: Kejadian Berlangsung Cepat di Tempat Gelap
Baca juga: Seusai Bunuh Mahasiswa Telkom, Pelaku Sengaja Ikat Tangan dan Kaki Korban hingga Jasadnya Membungkuk
Mayat Ardeni pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar.
Dalam kondisi yang mengenaskan dengan tubuhnya berlumuran darah, mayat korban diselimuti oleh sehelai kain.
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel, Sabtu (16/1/2021), akibat aksi pembunuhan tersebut, korban meninggalkan 10 anaknya yang mayoritas masih kecil.
Namun jumlah 10 anak tersebut didapat dari dua istrinya.
Jasad Ardeni ini sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Jumat (15/1/2021) siang.
Setelah selesai dikebumikan, anggota keluarga korban masih terus memberikan doa.
Mereka membaca Surah Yasin dan doa bersama di samping makam korban.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh keponakannya terhap suaminya itu sangat kejam.
"Ya Allah, kejam nian," tutur istri korban singkat.
Baca juga: Fakta Pria Bawa Kabur lalu Rudapaksa Siswi SD, Kenal di Facebook, Sempat Dikejar Keluarga Korban
Masalah Warisan
Kepala Satreskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahma mengatakan bahwa motif dari pembunuhan tersebut adalah karena faktor warisan.
Dijelaskannya, korban yang merupakan seorang petani itu menggarap tanah hak waris milik Sohar atau kakak korban sekaligus ayah dari Alek.
"Motifnya diduga masalah warisan, di mana korban ini menggarap tanah hak waris milik bapak pelaku," kata Dedi.
Tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap Alek dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelaku berhasil diamankan saat berada di Kota Lubuklinggau, Jumat (15/1/2021).
Dedi Rahma mengatakan pihaknya terpaksa menembak Alek karena tidak bersikap kooperatif.
"Iya (kakinya ditembak), dua lobang, mau kabur, sudah kita kasih tembakan peringatan," ujar Dedi.
Selain Alek, polisi juga menangkap kakak korban, Sohar sebagai saksi.
Namun rupanya setelah dilakukan pemeriksaan, Sohar justu mengaku ikut berperan atas tewasnya Ardeni.
"Awalnya Sohar kita periksa sebagai saksi, setelah kita interogasi, dia mengakui ikut membunuh," kata Dedi Rahmad, Jumat (15/1/2021) sore.
Baca juga: Baru Kenal 1 Minggu, Mahasiswa Telkom Dibunuh Teman Facebooknya Gegara Menyinggung Perasaan Pelaku
Sementara itu terkait peran dari kedua tersangka, Dedi mengatakan masih dalam proses pemeriksaan.
Hanya saja menurutnya sudah diamankan beberapa barang bukti, di antaranya adalah parag yang diduga kuat digunakan untuk menebas korban.
"Untuk peran mereka masing-masing masih kami dalami, yang jelas tersangkanya cuma dua orang ini," jelas Dedi.(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
Artikel ini diolah dari TribunSumsel dengan judul Pembunuhan Sadis di Muratara Pelakunya 2 Orang, Keponakan dan Kakak Kandung Korban", Polisi Tangkap Pria Muda Pembunuh Paman di Muratara, Kaki Pelaku Ditembak 2 Lubang dan Korban Pembunuhan di Muratara Tinggalkan 10 Anak, Ada yang Masih Balita, 'Ya Allah Kejam Nian'