Terkini Daerah
Putri Guru Besar UGM Jadi Korban Penyiraman Diduga Air Keras saat Gowes, Ini Motif Pelaku
Putri Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Budi Wignyosukarto mengalami nasib malang.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Putri Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Budi Wignyosukarto mengalami nasib malang.
Saat bersepeda, ia disiram cairan yang diduga air keras oleh pria tak dikenal.
Kejadian itu berlangsung saat korban tengah bersepeda di wilayah Sleman.
Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (27/12/2020), akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar.

Baca juga: Detik-detik Pria di Demak Bakar Mantan Pacar hingga Tewas, Siram Bensin lalu Mendekap Tubuh Korban
Baca juga: Suami Salat Jumat, Pensiunan Guru Tewas Dibunuh, Masih Pakai Mukena dan Mulut Tersumpal Plastik
Saat dihubungi, Budi menyebut kejadian tragis itu bermula saat putrinya bersepeda menuju Candi Borobudur.
Dalam kondisi jalanan yang sepi, tiba-tiba seorang pria mengendarai sepeda motor perlahan mendekati korban.
Tak berselang lama, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh korban.
“Orangnya naik motor, setelah anak saya kena orang tersebut tidak lari tetapi tetap pelan seperti tidak terjadi apa-apa,” ujar Budi.
Setelah kejadian, korban pun berteriak kesakitan di sekitar paha kanan.
Mulanya, korban hanya mengira pelaku melempar putung rokok.
“Anak saya teriak dan saya berhenti lalu anak saya datang bilang kalau merasakan panas di sekitar paha kanannya,” jelas Budi.
"Anak saya pikir waktu itu ada orang yang tidak sengaja melempar rokok karena ada sepeda motor di dekatnya. Tapi setelah dilihat ada bekas seperti terbakar bentuknya agak memanjang. Menurut saya seperti disemprotkan air keras," tambahnya.
Baca juga: Pengakuan Istri Disiram Air Keras oleh Suami Gara-gara Main TikTok: Hanya Nyanyi-nyanyi
Beruntung, korban tak mengalami luka bakar parah.
Budi menyebut korban mengalami luka bakar di paha kanan.
"Luka bakar di paha kanan kulitnya mengelupas tidak sampai parah. Kemudian celananya rusak seperti terbakar," tutur Budi.
Tak berselang lama dari kejadian, pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku.
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah menyebut pelaku bernisial J (37) asal Temanggung, Jawa Tengah.
Motif penyiraman tersebut adalah karena pelaku sakit hati cintanya ditolak.
Namun, ternyata sakit hati pelaku bukan pada anak guru besar UGM.
Melainkan dengan wanita berinisial W yang juga hobi bersepeda.
"Ada rasa sakit hati. Jadi pelaku ini sakit hati kepada wanita berinisial W,” jelas Deni.
Selain karena cinta ditolak, pelaku juga kesal karena wanita berinisial W tersebut hilang begitu saja.
Padahal, sebelumnya pelaku memberi sejumlah uang pada W.
“Jadi ada rasa sakit hati, pelaku ditinggal tidak bisa menghubungi W dan tidak pernah ketemu lagi," terang Deni.
"Pelaku melakukan itu karena pelaku mengetahui W sering gowes di sekitar Ngaglik, Jalan Palagan, jalan Gito-gati, dan Jalan Damai."
Hingga kini, polisi masih menyelidiki cairan yang digunakan pelaku.
Kepada polisi, pelaku mengaku menggunakan botol kecil lalu menyemprotkan cairan itu ke badan korban.
“Pelaku juga sudah mengakui semua penyiraman seluruh di wilayah Sleman dilakukan olehnya sendiri. Baik dari bulan Oktober hingga terakhir yang berada di Jalan Damai,” jelas Deni.
“Karena pada kemasannya itu kosong tidak ada merek, kita masih dalami cairan itu apa. Belum bisa kita simpulkan." (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Motif Pelaku Siram Air Keras ke Pesepeda Putri Guru Besar UGM, Putrinya Diduga Disiram Air Keras Saat Bersepeda, Guru Besar UGM: Luka Bakar, Celananya Rusak, dan Penyiram Cairan Diduga Air Keras ke Anak Guru Besar UGM Ditangkap