Reshuffle Kabinet
Sayangkan Prabowo dan Sandiaga Masuk Kabinet, Mardani Ali: Tidak Sehat untuk Demokrasi
Politisi PKS, Mardani Ali Sera berikan tanggapan terkait masuknya Sandiaga Salahuddin Uno di dalam kabinet Indonesia Maju.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Dan ini tidak sehat buat demokrasi yang sehat, secara logika dan etika partai atau figur pendukung Pak Prabowo menjadi kekuatan penyeimbang di luar, menjadi oposisi akurasi publik akan terakomodasi dengan baik oleh kelompok opsisi untuk check and balance. Dan itu sehat," jelas Mardani.
"Kita punya pola pikir yang berbeda-beda dan untuk itu kita perlu bersama-sama menyehatkannya bukan mengawinkannya secara paksa," tegasnya menutup.
Simak videonya mulai menit ke- 8.38:
Immanuel Ungkap Kekecewaan Gerindra Dapat 2 Menteri
Partai Gerindra kembali mendapatkan dua jatah kadernya di Kabinet Indonesia Maju.
Kepastian tersebut menyusul masuknya Sandiaga Salahuddin Uno yang menggantikan slot Edhy Prabowo.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Jokman), Immanuel Ebenezer mengaku ada perasaan kecewanya.

Baca juga: Viral Meme Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Happy Ending, Irma S.Chaniago: Saya Cukup Menyesal Juga
Baca juga: Sindir Gerindra, Irma Chaniago Ngaku Kasihan dengan Jokowi: Sudah Dikasih 2 Menteri Masih Nggebukin
Dilansir TribunWow.com dalam acara Sapa Indonesia Malam 'KompasTV', Rabu (23/12/2020), Immanuel mengingatkan betapa beratnya perjuangan para relawan dan tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.
"Bukan rahasia umum lagi kalau kekecewaan, di relawan Jokowi juga banyak yang kecewa kok," ujar Immanuel.
"Sebetulnya kita tidak pernah mengharapkan apa-apa karena kita ini bekerja memenangkan Presiden dengan keringat, darah dan air mata," jelasnya.
"Faktanya sampai hari ini kita lihat istana mulai menjaga jarak."
Immanuel mengaku sebenarnya tidak masalah dengan keputusan Jokowi untuk menggandeng rivalnya dengan diberikan jatah dua menteri.
Menurutnya diakui memang ada baiknya untuk kembali menyatukan dua kubu yang sempat terpecah belah.
Namun yang membuatnya merasa tambah kecewa dan sedih adalah lantaran kebaikan dari Jokowi tidak dibalas penuh oleh Gerindra.
Dikatakannya bahwa hal itu dibuktikan masih ada kader Gerindra yang terus menyerang pemerintah, termasuk kepada presiden.
Baca juga: Sandiaga Uno Direkrut Jadi Menteri Jokowi, Refly Harun: Untuk Mengikat Gerindra di Pilpres 2024