Breaking News:

Vaksin Covid

Ada 6 Jenis Vaksin Covid-19, Saleh Daulay Ungkap yang Sudah Deal Baru Sinovac: Sedang Negosiasi

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyampaikan perkembangan terkini vaksin Covid-19.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AFP/Nelson Almeid
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Anggota Komisi IV DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyampaikan perkembangan terkini vaksin Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi IV DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyampaikan perkembangan terkini vaksin Covid-19.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Minggu (20/12/2020).

Diketahui pemerintah tengah menyiapkan vaksin buatan Sinovac dari Beijing, Tiongkok.

Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020).
Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: WHO Bandingkan 10 Vaksin Covid-19 yang Ada di Dunia, Vaksin Sinovac Jadi yang Terlemah

Sementara ini pemerintah tengah menunggu izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

"Ini vaksin 1,2 juta (dosis) sudah diimpor masuk ke Indonesia, sementara emergency use authorization belum keluar dan Badan POM," ungkap Saleh Daulay.

Ia mengingatkan down payment (DP) yang sudah dibayar pemerintah untuk membeli vaksin Sinovac cukup besar.

Saleh menyinggung jumlah anggaran yang telah dikeluarkan mencapai Rp638 miliar.

"Kemudian kita sudah keluar bayar DP mahal, 80 persen dari DP sudah dibayar," kata Saleh.

Ia membenarkan akan ada 6 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

Masing-masing vaksin diproduksi perusahaan yang berbeda.

"Vaksin itu sudah ditetapkan Menteri Kesehatan ada 6 jenis. Mulai dari yang tadi Sinovac, kemudian ada Pfizer, ada Moderna kalau enggak salah, ada juga Sinofarm, kemudian AstraZeneca," terangnya.

Baca juga: Kemenkes Ungkap 3 Keuntungan Vaksinasi Covid-19, Bisa Lindungi Kelompok yang Tidak Dapat Vaksin

Menurut Saleh, pemerintah tengah melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan vaksin tersebut.

Sementara ini yang sudah setuju adalah Sinovac, yang telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin ke Indonesia.

"Jadi memang pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan itu," kata Saleh.

"Tetapi yang sudah deal, yang sudah berjanji memenuhi kebutuhan kita itu baru Sinovac, yang lain belum," jelasnya.

Meskipun begitu, Saleh meyakinkan sudah mulai ada kesepakatan dengan perusahaan vaksin lainnya, seperti Pfizer yang setuju memberikan subsidi.

"Tetapi kemarin angka-angkanya sudah dijelaskan. Misalnya Pfizer sudah bersedia mensubsidi, memasukkan vaksin sebesar 50 juta," ungkap Saleh.

Lihat videonya mulai dari awal:

3 Keuntungan Vaksinasi Covid-19

Pada Januari 2021 nanti, pemerintah Indonesia telah menjadwalkan akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada tiga keuntungan dari vaksinasi Covid-19.

Satu di antaranya adalah dapat melindungi orang-orang yang tidak mendapat suntikan vaksin.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Tahap Uji Klinis Fase 3, Satgas Sebut Sudah Bisa Digunakan: Nunggu BPOM

Hal itu disampaikan oleh Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (20/12/2020).

"Pertama dalam memberikan proteksi pribadi pada individu," kata Siti.

"Kedua adalah memberikan proteksi kepada kelompok kalau cakupan minimal 70 persen atau 80 persen," sambungnya.

Siti menyampaikan cakupan itu nantinya bergantung pada efikasi vaksin.

Dilansir bbc.com, efikasi adalah manfaat bagi individu penerima vaksin.

Siti menjelaskan, semakin tinggi efikasi vaksin yang diberikan, maka jumlah penduduk yang harus menerima vaksin juga semakin berkurang.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam.
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. (TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr)

Baca juga: Virus Corona Baru Menyebar Sangat Cepat, Menkes Inggris: Sangat Sulit Kendalikan Sampai Dapat Vaksin

"Kalau efikasinya tinggi, 80 persen, maka tidak semua harus mendapatkan vaksin," kata dia.

Selanjutnya, manfaat ketiga vaksinasi Covid-19 adalah masyarakat yang tidak mendapat vaksin dapat terlindungi dengan adanya kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Dia juga memberikan proteksi crossover populasi," ujar Siti.

"Jadi kalau cakupan dan efikasi sudah memenuhi."

"Maka kelompok yang belum mendapatkan vaksin akan juga terlindungi dengan vaksinasi yang diberikan dalam bentuk pada kekebalan kelompok."

"Jadi ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan kita," lanjutnya. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)

Tags:
Saleh DaulayVaksin Covid-19Covid-19Vaksin Virus CoronaSinovac
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved