Breaking News:

Terkini Daerah

Bocah 7 Tahun Ditabrak Truk saat Sepedaan, Warga Awalnya Tak Berani Selamatkan hingga Sopir Buron

Seorang bocah berusia tujuh tahun di Nunukan Tengah bernama Dimas tewas secara tragis pada Minggu (13/12/2020).

Editor: Mohamad Yoenus
Autoevoluton
Ilustrasi kecelakaan. Seorang bocah berusia tujuh tahun di Nunukan Tengah bernama Dimas tewas secara tragis pada Minggu (13/12/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang bocah berusia tujuh tahun di Nunukan Tengah bernama Dimas tewas secara tragis pada Minggu (13/12/2020).

Bocah tersebut tewas diduga tertabrak dump truck saat sedang bermain sepeda di pinggir jalan dekat rumahnya.

Sudah hampir satu pekan, pelaku penabrakan yang melarikan diri belum diketahui.

Polisi mengaku kesulitan mengungkap pelaku lantaran minimnya petunjuk dan alat bukti.

Baca juga: Di Mata Najwa, Orangtua Ungkap Permintaan Terakhir Laskar FPI sebelum Tewas: Sehari Saja Cukup

Baca juga: Kronologi Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Indekos Tebet, Berawal saat Tercium Bau Minyak Putih

Pengakuan Saksi yang Larikan Korban ke Rumah Sakit

Seorang saksi yang juga tetangga korban, Mustafa Betta menjelaskan mulanya ia mendengar teriakan histeris ibu-ibu di luar rumah.

Saat dihampiri, ia melihat korban Dimas tergeletak.

Menurut keterangan warga, bocah itu ditabrak oleh dump truck berwarna kuning.

"Begitu saya keluar, saya lihat ada anak tergeletak di pinggir jalan, yang nabrak kabur, mobil dump truck kata ibu yang teriak itu," kata Mustafa.

Mustafa pun langsung meminta istrinya membantu Dimas dengan membawanya ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.

"Kata ibu itu, korban sempat masuk kolong truk dan berguling-guling. Saya ikut panik. Itu karena semua takut sentuh itu anak, katanya tunggu polisi, kondisi begitu tunggu polisi, bisa tidak tertolong anak itu, itulah saya nekat bawa dia ke Puskesmas," kata dia.

Baca juga: Kronologi Calon Pengantin di Serdangbedagai Tewas Kecelakaan Beberapa Menit seusai Seserahan Selesai

Baca juga: Pesan Terakhir Ayah pada Sepasang Kekasih yang Tewas Berdua setelah Seserahan: Cepat, Nanti Hujan

Di jalan, Mustafa meminta anggota polisi yang ditemuinya untuk membantu.

"Saya tidak sempat pakai helm, saya klakson polisi, korban laka, korban laka, supaya bisa lebih cepat maksudnya dapat penanganan Puskesmas, setelah saya lihat ada polisi, ada orangtuanya datang, saya pulang karena istri saya tidak pakai masker, kondisi Corona begini, takut juga kami," tuturnya.

Namun sayang, pada siang harinya, bocah malang itu dinyatakan meninggal dunia lantaran luka parah di bagian kepala.

Hampir Sepekan Belum Ada Petunjuk Terang

Hampir satu pekan sejak kasus tabrak lari ini terjadi, polisi masih belum menemukan titik terang terkait pelaku.

Hal itu disebabkan lantaran minimnya petunjuk meski polisi telah melakukan olah TKP.

"Sampai hari ini kita belum menemukan petunjuk terang, saksi hanya mengatakan pelakunya sopir dump truck kuning, tapi tanpa ada yang mengejar atau mendokumentasikan," papar Kasat Lantas Nunukan AKP Andre Bahtiar.

Baca juga: Sudah Pesan Pelaminan, Sepasang Calon Pengantin Tewas Kecelakaan Sepulang dari Acara Seserahan

Baca juga: Siswi SMP Tewas Terseret Banjir di Gresik, Korban Sempat Lihat Banjir Bersama Temannya

Warga, ujar dia, tak ada yang bisa mendeskripsikan mobil dump truck yang diduga menabrak Dimas secara mendetail.

CCTV di salah satu rumah warga pun tak banyak membantu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved