Breaking News:

Terkini Nasional

Hadiri Reuni 212, Gatot Nurmantyo Ungkit Penangkapan Aktivis KAMI: Kita Kasihani Para Penyidik

Alih-alih kasihan kepada rekannya aktivis KAMI, Gatot Nurmantyo justru mengasihani penyidik yang melakukan penangkapan.

YouTube Kaffah Channel
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam acara 'Reuni Akbar 212 : DIALOG NASIONAL 100 ULAMA dan TOKOH' yang ditayangkan oleh kanal YouTube Kaffah Channel, Rabu (2/12/2020). Gatot mengungkit soal penangkapan aktivis KAMI. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo adalah satu dari beberapa tokoh yang hadir dalam acara reuni akbar 212 bertajuk 'DIALOG NASIONAL 100 ULAMA dan TOKOH', yang digelar pada Rabu (2/12/2020).

Pria yang kini menempati posisi sebagai Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu menyinggung soal ketidakadilan negara pada saat berbicara di acara tersebut.

Ia mengungkit penangkapan para aktivis KAMI pada awal Oktober 2020 lalu yang menurutnya tidak disertai bukti yang cukup.

9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Youtube/tvOneNews)

Baca juga: JK Sebut Habib Rizieq Populer karena Kekosongan Pemimpinan, Amien Rais: Menurut Saya Ada Kezaliman

Dikutip dari YouTube Kaffah Channel, awalnya Gatot menyinggung soal Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang hendak diperiksa terkait pelanggaran kerumunan massa.

Menurut Gatot, Habib Rizieq yang diusut karena persoalan tersebut menunjukkan ketidakadilan pemerintah.

"Kalau memang negara ini adil dan benar-benar beradab, maka semua yang kumpulan-kumpulan periksa semuanya," ungkapnya.

Kemudian ia menyinggung soal beberapa nama aktivis KAMI yang telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Nama-nama tersebut di antaranya adalah Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, hingga Anton Permana.

Alih-alih merasa kasihan kepada rekan aktivisnya, Gatot justru menyinggung soal para penyidik yang menurutnya perlu dikasihani.

"Justru yang kita kasihani ini adalah para penyidik," kata Gatot.

Ia menyinggung bagaimana para penyidik di kepolisian terdiri dari orang-orang yang pintar dan cerdas.

"Pasti mempunyai hati nurani," ujarnya.

Gatot lalu menuding bahwa para aktivis KAMI yang telah diamankan, ditangkap oleh aparat berwajib tanpa bukti yang cukup.

"Dia (penyidik) batinnya tersiksa, karena dia harus melakukan pelanggaran hukum untuk menangkap saudara-saudara KAMI," katanya.

Purnawirawan jenderal itu lalu menyinggung soal Mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang kini terlibat dalam kasus pemberian red notice terhadap buron Djoko Tjandra.

"Bagaimana perasaan seorang penyidik," tanya Gatot.

Setelah itu Gatot membandingkan bagaimana rakyat biasa akan langsung diproses hukum berbeda dengan pejabat.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah aktivis KAMI telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus ujaran kebencian saat terjadinya aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja pada awal Oktober 2020 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/11/2020), berkas dua tersangka atas nama Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Berkas perkara tersangka atas nama SN dan tersangka MJH alhamdullilah berkas perkara sudah dinyatakan P-21,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Sempat Diadang saat Beri Surat Panggilan Rizieq Shihab, Polri: Kalau Buat Pelanggaran, Harus Sportif

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved