Breaking News:

MotoGP

Gerah Lihat Cara Balapan Valentino Rossi, Pengamat MotoGP Ini Ingin The Doctor Segera Pensiun

Carlo Pernat sebagai pengamat MotoGP mengaku gerah melihat cara membalap Valentino Rossi pada musim 2020.

KOMPAS.com/Aprida Mega Nanda
Valentino Rossi saat Crash di MotoGP Catalunya 2020, Minggu (27/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat MotoGP Carlo Pernat mengaku gerah melihat cara membalap Valentino Rossi selama musim 2020 ini.

Diketahui, Valentino Rossi mengakhiri musim 2020 di peringkat ke-15 klasemen MotoGP dengan catatan satu kali podium.

Satu-satunya podium yang dia raih tercipta pada seri MotoGP Andalusia di Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 Juli 2020.

Hasil peringkat ke-15 papan klasemen ini diketahui sebagai pencapaian terburuk Valentino Rossi di sepanjang kariernya di kelas MotoGP.

Valentino Rossi saat balapan di MotoFP Spanyol, di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu 19 Juli 2020.
Valentino Rossi saat balapan di MotoFP Spanyol, di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu 19 Juli 2020. (Alex Farinelli)

Baca juga: Valentino Rossi Sebut Keuntungan Bergabung dengan Tim Satelit Yamaha di MotoGP: Punya Kelebihan

Sebelum ini, pencapaian terburuk Rossi adalah finis di peringkat ketujuh klasemen.

Rossi pernah menduduki peringkat ketujuh pada musim 2011 bersama Ducati dan 2019 di bawah naungan Yamaha.

Hasil buruk yang menimpa Rossi pada musim 2020 kemudian mengundang perhatian Carlo Pernat.

Dia merasa gerah dengan cara membalap Rossi.

Terlebih, setelah pebalap berjuluk The Doctor itu gagal mencapai finis dalam tiga balapan beruntun, sejak seri Emilia Romagna hingga GP Perancis.

Sempat absen pada dua seri berikutnya karena positif Covid-19, Rossi kemudian kembali gagal mencapai finis pada MotoGP Eropa. Pebalap berjuluk The Doctor itu pun gagal finis di urutan 10 besar pada dua seri terakhir.

"Melihat dia (Rossi) membalap seperti ini membuat saya gerah," kata Carlo Pernat, dikutip dari Motosan.es.

Lebih lanjut, Carlo Pernat menyarankan agar Rossi pensiun.

Carlo Pernat yang gerah dengan cara membalap Rossi menyebut bahwa ada dua momentum yang menandai pengujung karier Rossi.

Kedua momentum yang dimaksud Carlo Pernat adalah kegagalan Rossi dalam meraih podium pada MotoGP San Marino di Sirkuit Misano dan kejadian mengerikan saat membalap di GP Austria.

Baca juga: Valentino Rossi Tulis Surat Haru pasca-Berpisah dari Tim Pabrikan Yamaha di MotoGP

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved