Terkini Daerah

Pegawai Honorer Sebarkan Konten Porno yang Dibuat dengan Anak di Bawah Umur, Berjumlah 450 Konten

tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur diringkus oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri bersama Bareskrim Polri.

DOK DITRESKRIMUM POLDA KEPRI
Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Asep Zainal Mustofa tidak pernah menyangka kalau bawahannya, Rahmad Hidayat akan bikin heboh di instansi yang dia pimpin.(DOK DITRESKRIMUM POLDA KEPRI) 

TRIBUNWOW.COM - Seorang tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur diringkus oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri bersama Bareskrim Polri.

Tak hanya menyetubuhi, tersangka juga mendistribusikan konten video pornografi anak di media elektronik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto mengatakan bahwa kasus ini terungkap berdasarkan laporan di Bareskrim Polri pada 5 November 2020. 

Laporan itu terkait video seks anak yang tersebar.

Baca juga: Pemudi Nekat Gantung Diri dan Siarkan Live di Facebook, Pacar Korban Minta Tetangga Ketuk Pintu

Adapun pelaku berinsial RH (38) merupakan pegawai Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam.

Pelaku ditangkap di Bapelkes Batam, Jalan Marina City, Tanjung Riau, Sekupang, Batam.

Arie mengatakan, konten video seks itu dibuat di rumah korban di Sekupang.

Menurut Arie, tersangka memperkosa korban berusia 9 dan 11 tahun yang merupakan kakak beradik di rumah korban.

Kemudian, tersangka merekam aksinya berupa foto dan video.

"Selanjutnya pelaku meng-upload dan menyimpan video serta foto tersebut di Google Drive  sebanyak 450 konten," kata Arie.

Baca juga: Sebelum Dibunuh Suami, sang Istri sempat Berpesan ke Orangtuanya soal Kematiannya: Omongan Itu Nyata

Barang bukti yang disita berupa tiga ponsel, laptop, cincin dan memory card.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolda Kepri untuk dilakukan pengembangan proses hukum lebih lanjut.

Pelaku disangka melanggar Pasal 32 jo Pasal 6 dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat 1 dan atau Pasal 37 jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Selain itu, Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku juga terancam pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pegawai Bapelkes Kepri Membuat 450 Konten Foto dan Video Seks Anak".

Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved