Breaking News:

Penanganan Covid

Dua Vaksin Covid-19 Diklaim Sudah Efektif, WHO Ingatkan Tak Berpuas Diri karena Lonjakan Kasus

WHO menyambut baik laporan Moderna, Senin (16/11/2020), terkait vaksin eksperimentalnya menunjukkan efektivitas 94,5% untuk mencegah virus corona

YouTube Guardian News
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanmo Ghebreyesus menyatakan status darurat global terhadap wabah Virus Corona, Kamis (30/1/2020). WHO menyambut baik laporan Moderna, Senin (16/11/2020), terkait vaksin eksperimentalnya menunjukkan efektivitas 94,5% untuk mencegah virus corona 

TRIBUNWOW.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik laporan Moderna, Senin (16/11/2020), terkait vaksin eksperimentalnya menunjukkan efektivitas 94,5% untuk mencegah Virus Corona (Covid-19).

Namun WHO mengatakan masih "banyak pertanyaan" mengenai vaksin dan ini bukan waktunya untuk berpuas diri.

"Ada banyak pertanyaan yang masih tersisa tentang durasi perlindungan, dampaknya pada penyakit parah, dampaknya pada sub-populasi yang berbeda terutama orang tua, serta peristiwa buruk di luar periode waktu tertentu," kata Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: WHO Sebut Vaksin Tak akan Otomatis Langsung Hentikan Pandemi Covid-19: Melengkapi Alat Lain

Vaksin eksperimental buatan Moderna Inc tercatat 94,5% efektif dalam mencegah Covid-19 berdasarkan data sementara dari uji klinis tahap akhir, sebagaimana dilaporkan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) itu pada Senin (16/11/2020).

Moderna menjadi perusahaan farmasi kedua AS yang melaporkan hasil yang jauh melebihi harapan tentang vaksin.

Bersama dengan vaksin Pfizer Inc, yang juga lebih dari 90% efektif. Amerika Serikat dapat memiliki dua vaksin yang diotorisasi untuk penggunaan darurat pada Desember mendatang dengan sebanyak 60 juta dosis vaksin tersedia tahun ini.

Soumya Swaminathan mengatakan bahwa hasil uji klinis Moderna "cukup menggembirakan".

Data tingkat kemanjuran dan keamanan terakhirnya masih akan diperlukan, serta tindak lanjut pada sukarelawan selama dua bulan untuk melihat efek samping apa pun.

Baca juga: Donald Trump Tak Mau Kerjasama Penanganan Covid-19, Biden: Lebih Banyak yang Meninggal

“Vaksin kandidat Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi mRNA dan tampaknya mencapai kemanjuran tinggi,” tambahnya.

WHO juga mengingatkan, jumlah vaksin yang sangat terbatas akan tersedia pada paruh pertama 2021. Dan itu ditujukan untuk petugas kesehatan dan kelompok prioritas lainnya.

"Meskipun kami terus menerima berita yang menggembirakan tentang vaksin Covid-19 dan tetap optimis tentang potensi alat baru akan mulai ada dalam beberapa bulan mendatang, saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara, terutama di Eropa dan Amerika," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers.

Tedros Adhanom juga mengatakan vaksin tidak akan dengan sendirinya menghentikan pandemi virus corona (Covid-19).

"Vaksin akan melengkapi alat lain yang kami miliki, bukan menggantikannya," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Vaksin sendiri tidak akan mengakhiri pandemi," jelas Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Data WHO untuk Sabtu (14/11/2020), menunjukkan 660.905 kasus virus corona dilaporkan terjadu dalam 24 jam, ini rekor harian tertinggi.

Jumlah itu melampui kasus harian pada Jumat (13/11/2020), 645.410 kasus dan melewati rekor harian sebelumnya tertinggi 614.013 yang tercatat pada 7 November lalu.

Tedros mengatakan bahwa pasokan vaksin pada awalnya akan dibatasi, untuk ditujukan kepada "petugas kesehatan, orang tua dan kelompok rentan berisiko lainnya yang akan diprioritaskan. Itu mudah-mudahan akan mengurangi jumlah kematian dan memungkinkan sistem kesehatan untuk mengatasinya."

Tetapi dia memperingatkan: "Itu masih akan meninggalkan virus dengan banyak ruang untuk bergerak. Pengawasan perlu dilanjutkan, orang masih perlu diuji, diisolasi dan dirawat, kontak masih perlu dilacak... dan individu masih harus dirawat."

Sebelumnya WHO terus memperingatkan seluruh negara agar warganya mematuhi protokol kesehatan.

Apalagi sejauh ini masih belum pastinya ketersediaan vaksin Covid-19.

Sejauh ini, WHO mencatat pengujian vaksin baru mencapai fase ketiga sehingga vaksin Covid-19 versi sempurna belum ada hingga saat ini.

Karenanya, WHO mengimbau agar negara-negara menerapkan aturan ketat untuk menegakkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker, menjaga jarak sosial (social distancing), mencuci tangan, memakai masker di ruang publik dan transportasi publik.

WHO pun meminta negara-negara untuk memperbanyak pengujian Covid-19.

“Pesan kami kepada Pemerintah dan masyarakat jelas: “lakukan semua (protokol kesehatan),” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagaimana dilansir Reuters beberapa waktu lalu. (Reuters/AFP/Channel News Asia)

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin) Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak). (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul "WHO: Dunia tidak Boleh Berpuas Diri Setelah Dengar Berita Gembira Terkait Vaksin Covid-19."

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaTedros AdhanomVaksinprotokol kesehatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved