Penanganan Covid
Pandemi Covid-19 Belum Usai, Satgas Ingatkan Pemda untuk Tingkatkan Kualitas Penanganan Virus Corona
Lebih dari 70 persen dari total kabupaten/kota di Indonesia masih masuk ke zona oranye atau risiko sedang terkait pandemi Covid-19.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Lebih dari 70 persen dari total kabupaten/kota di Indonesia masih masuk ke zona oranye atau risiko sedang terkait pandemi Covid-19.
Dari data terakhir yang disampaikan, jumlah kabupaten/kota yang menghuni zona oranye sebanyak 471 dari 514 kabupaten/kota.
"Zona oranye berisi kabupaten/kota dengan skor 1,81 sampai 2,40. Semakin kecil skornya, maka semakin dekat menuju zona merah."
"Sebaliknya, semakin besar skornya, semakin dekat zona kuning (risiko rendah)," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof dalam keterangan pers yang disampaikan, Kamis (5/11/2020).
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Istana Sebut Perubahan Perilaku dan Imunisasi Jadi Kunci
Mengenai zona risiko, kabupaten/kota dibedakan melalui skoring. Yakni untuk zona merah daerah yang memiliki skor kurang dari 1,81.
Untuk Zona oranye adalah daerah dengan skor 1,81 sampai 2,40. Untuk zona kuning adalah daerah dengan skor 2,41 sampai 3,0. Dan zona hijau daerah dengan skor lebih dari 3,0.
Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti ada 21 kabupaten/kota dengan skor yang mendekati zona merah.
Kabupaten/kota tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan berbenah agar terus membaik dan tidak berpindah masuk ke dalam zona merah.
Wiku lanjut menyebutkan satu per satu, berikut skor masing-masing daerah.
Kabupaten/kota dengan skor 1,81 diantaranya Sukoharjo (Jawa Tengah), Kota Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) dan Karimun (Kepulauan Riau).
Skor 1,82 berada di Kolaka (Sulawesi Tenggara).
Skor 1,83 berada di Semarang (Jawa Tengah).
Skor 1,84 berada di Mamuju Tengah (Sulbar), Pidi Jaya (Aceh).
Serta skor 1,85 ada di Kota Batam (Kepulauan Riau) dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara).
Selanjutnya skor 1,86 terdapat di Tanah Datar (Sumatera Barat) dan Kota Subulussalam (Aceh).
Skor 1,87 di Biak Numfor (Papua), Kota Tomohon (Sulawesi Utara), Bekasi (Jawa Barat) dan Lahat (Sumatera Selatan).