Breaking News:

UU Cipta Kerja

Soal Penangkapan Aktivis KAMI, Gatot Ungkap Cara-cara Curang Penangkapan Orang: Saya Tidak Menuduh

Gatot menyebut ada berbagai cara tak wajar yang dapat digunakan untuk menangkap orang, mulai dari dijebak terkait kasus narkoba hingga UU ITE.

YouTube Indonesia Lawyers Club
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam acara ILC, Selasa (20/10/2020), Gatot menanggapi soal penangkapan sejumlah aktivis KAMI. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus ujaran kebencian saat terjadinya aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja pada awal Oktober 2020 lalu.

Beberapa nama aktivis KAMI yang ditangkap di antaranya adalah Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, hingga Anton Permana.

Menanggapi penangkapan tersebut, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku sempat menjelaskan kepada sejumlah simpatisan KAMI terkait ancaman ditangkap.

9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Youtube/tvOneNews)

 

Baca juga: Di Depan Para Menteri Jokowi yang Hadiri ILC, Rizal Ramli Kritisi Maruf Amin: Kayak Pelengkap Doang

Pernyataan itu disampaikan oleh Gatot lewat acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (20/10/2020).

Awalnya, pria yang juga menjadi Presidium KAMI itu menyinggung soal ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan di Indonesia, satu di antaranya adalah penangkapan para aktivis KAMI.

"Kita adalah negara hukum, negara demokrasi sekaligus negara hukum," kata Gatot.

Gatot menyinggung bagaimana Jumhur Hidayat, hingga Syahganda Nainggolan, ditangkap pada waktu subuh, atas dasar hukum yang menurutnya belum begitu jelas.

"Ini mereka adalah orang-orang yang masalah hukumnya tidak begitu paham secara detail," ungkap Gatot.

Mantan Panglima TNI itu lanjut mengungkit bagaimana para aktivis KAMI merupakan warga negara yang taat menghadiri panggilan surat perintah.

"Tetapi mereka adalah warga negara yang baik," kata dia.

Baca juga: Demokrasi Disebut Tak Beres, Mahfud MD: Kalau Mau Beres, Kembalikan Pemerintah Jadi Otoriter

Saya Tidak Menuduh

Gatot lalu menceritakan soal pesan yang ia pernah sampaikan kepada simpatisan KAMI.

"Selalu saya sampaikan di KAMI, ingat kita adalah menyuarakan hati nurani rakyat, menyuarakan kebenaran," kata Gatot.

Pria kelahiran Tegal itu mengaku pernah menyampaikan kepada simpatisan KAMI bahwa akan sulit menyuarakan kebenaran.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved