Terkini Daerah
Pengakuan Pria Pembakar Rumah Mertua: Cuma Menakut-nakuti karena Istri Tak Mau Rujuk dan Minta Cerai
JA (34), pelaku pembakaran rumah mertua di Banjarmasin, mengaku tidak berniat melukai apalagi membakar rumah mertuanya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - JA (34), pelaku pembakaran rumah mertua di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) telah ditetapkan sebagai tersangka.
JA nekat membakar rumah mertuanya di Jalan Banyiur Luar, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat pada Sabtu (17/10/2020) dini hari.
Dalam gelar perkara yang dilakukan Polsek Banjarmasin, JA mengaku tidak berniat melukai apalagi membakar rumah mertuanya.

Baca juga: Kronologi Pria di Banjarmasin Bakar Rumah Mertuanya, Berawal dari sang Istri Menolak Rujuk
"Saya cuma menakut-nakuti saja karena dia tidak mau rujuk dan minta cerai," singkat JA kepada wartawan, Senin (19/10/2020).
Saat tiba di rumah mertuanya untuk menemui istrinya, JA diketahui sudah membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.
Ketika itu, dia spontan menyiram bensin ke tubuh sang istri karena enggan diajak rujuk.
"Bensinnya saya siram ke istri tapi tidak kena. Kenanya ke dinding rumah," jelasnya.
Baca juga: Pria Bakar Rumah Mertua karena Ditolak Rujuk, sempat Siram Minyak Tanah ke Tubuh sang Istri
Dengan kejadian ini, JA mengaku menyesal. Apalagi dia masih mencintai istrinya itu.
"Saya masih sayang dan masih mencintai dia pak," ujarnya sedih.
Dalam gelar perkara, JA dihadirkan dengan sebagian tubuh berbalut perban.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Iptu Yadi Yatullah mengatakan, JA setelah menyiramkan pertalite spontan mengambil korek api.
Seketika api juga sempat menyambar tubuhnya sebelum keluar dari rumah.
"Dia memang ingin memberikan pelajaran kepada istrinya kemudian dia siram dengan pertalite dan memantik api, terjadilah kebakaran itu," ungkap Iptu Yadi Yatullah.
Baca juga: Tuai Polemik, Mahfud MD Ungkap UU Cipta Kerja Bisa Dibatalkan karena Ini: Zaman Saya Pernah
Saat api mulai membesar, kata Yadi, JA kemudian kabur dengan tubuh terluka bakar dan bersembunyi di kolong rumah warga.
"Luka bakarnya sekitar 60 sampai 70 persen. Dia sempat di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara," tambahnya.