Breaking News:

Terkini Daerah

Media Asing Ikut Soroti Aksi Heorik Bocah 9 Tahun yang Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Tewas

Kisah pilu yang terjadi di Aceh belakangan ini banyak mendapat perhatian publik bahkan mendapat sorotan dari media asing.

Istimewa via Serambinews.com
RG (9), bocah yang tewas seusai mencoba menyelamakan ibunya yang tengah diperkosa oleh Samsul Bahri (41). 

TRIBUNWOW.COM - Kisah pilu yang terjadi di Aceh belakangan ini banyak mendapat perhatian publik bahkan mendapat sorotan dari media asing.

Seorang bocah asal Aceh berusia 9 tahun berusaha melindungi ibunya dari pemerkosa justru berakhir meninggal dunia.

Hal ini diwartakan oleh situs berita asal Vietnam Eva.vn, pada Rabu (14/10/20), dilaporkan kejadian tersebut terjadi pada 6 Oktober lalu di Aceh Timur, Indonesia.

Petugas BPBD Langsa, Polres Langsa, dan TNI, melakukan pencarian bocah berinisial Rg di sungai Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (10/10/2020).
Petugas BPBD Langsa, Polres Langsa, dan TNI, melakukan pencarian bocah berinisial Rg di sungai Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (10/10/2020). (Kiriman Riza Pati via serambinews.com)

Baca juga: Kondisi Memprihatinkan Jasad Bocah 7 Tahun yang Diautopsi, Orangtua Angkat Kerap Aniaya Korban

Anak usia 9 tahun tersebut berusaha melindungi ibunya, namun berakhir tewas karena diserang dengan parang sampai mati.

Menurut cerita kisahnya bermula ketika sang anak tersebut sedang tidur.

Kemudian, mendadak ia terbangun pada tengah malam, karena mendengar ada orang asing masuk ke rumahnya.

 

Pria yang menyelinap masuk tersebut, ternyata adalah seorang pemerkosa, yang berencana melecehkan ibunya.

Kebetulan saat itu ayahnya sedang tidak berada di rumah, anak laki-laki itu bergegas ke kamar tidur ibunya.

Melihat ada orang asing berusaha memperkosa ibunya, bocah 9 tahun itu berteriak, "Berhenti, cepat berhenti." 

Sayangnya, kekuatan bocah berusia 9 tahun itu terlalu lemah dibandingkan dengan lelaki dewasa lainnya.

Dia dengan dingin mendorong bocah itu pergi, lalu menyerang bocah itu dengan parang sampai mati.

Pria ini mengambil tubuh bocah itu dan melarikan diri. Kemudian, tubuh bocah itu ditemukan di kanal terdekat pada pagi hari tanggal 8 Oktober.

Pada malam 8 Oktober, polisi setempat menangkap seorang tersangka bernama Samsul, 35 tahun, di sebuah perkebunan kelapa sawit.

Samsul berusaha melawan polisi tetapi ditembak di kaki hingga menyerah, kemudian diborgol dan dibawa pergi.

Baca juga: Sosok R, Bocah SD yang Viral Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Tewas, Baru Saja Rayakan Ulang tahun

tribunnews
Rumah lokasi pemerkosaan. (eva.vn)

Inspektur Arief Sukmono Wibowo dari Kepolisian Kota Langsa, Indonesia, mengatakan Samsul sebelumnya mendekam di penjara selama 15 tahun karena pembunuhan dan baru dibebaskan beberapa bulan lalu.

Petugas polisi menambahkan bahwa pemandangan di rumah bocah berusia 9 tahun itu sangat memilukan dan menakutkan.

Tubuh anak laki-laki itu penuh dengan luka dan luka, "Ada luka di lengan, bahu, leher, rahang, dada, jari tangan dan masih banyak lagi", tambah Arief.

Polisi mengatakan bahwa Samsul telah merencanakan penyerangan ini sebelumnya.

Dia bekerja di perkebunan kelapa sawit terdekat, jadi dia pasti akrab dengan pondok bambu korban yang terpencil dan terpencil.

Tersangka mengetahui bahwa suami korban tidak ada di rumah karena sering pergi menangkap udang pada malam hari. 

tribunnews
Kini korban dirawat di rumah sakit. (eva.vn)

Baca juga: Melawan dan Tak Mau Makan, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Orangtua Angkatnya Pakai Rotan dan Kabel

Halaman
12
Sumber: Intisari
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved