Pilkada Serentak 2020
Bagyo Lawan Gibran di Pilkada Bermodal Tata Krama, Najwa Shihab: Bapak Saja Tidak Tahu Kelebihannya
Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono mengungkapkan alasannya berani menantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono mengungkapkan alasannya berani menantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (30/9/2020).
Diketahui Bagyo Wahyono dan Supardjo alias pasangan Bajo mengajukan diri dalam Pilkada Solo Desember mendatang.

• Dekat dengan Jokowi, Sandiaga Uno Masuk Radar Jadi Juru Kampanye Gibran-Teguh di Pilkada Solo
Bagyo sendiri diketahui adalah tukang jahit, berbeda dengan Gibran yang dikenal sebagai pengusaha dan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presenter Najwa Shihab lalu bertanya tentang alasan pasangan Bajo maju dalam pilkada.
"Sebelum proses pencalonan ini Pak Bagyo sudah pernah bertemu dengan lawan Mas Gibran ini?" tanya Najwa Shihab.
"Belum, belum pernah," jawab Bagyo.
Ia mengaku sama sekali belum pernah bertemu lawan politiknya tersebut.
"Saya enggak berani. Kita tahu, kita sadar memang wong cilik, orang kecil," ungkapnya.
Najwa lalu bertanya alasan Bagyo berani mengajukan diri dalam pilkada.
"Jadi enggak berani ketemu tapi berani nantang di pilkada?" tanya Najwa Shihab.
"Itu karena Tikus Pithi Hanata Baris. Selama ini kita ingin mendobrak ke lapangan, salah satunya bahwa image sekarang itu yang harus jadi pemimpin atau tokoh itu harus orang yang berduit, sekolah yang tinggi," tutur Bagyo.
Najwa menanyakan apa yang membuat pasangan Bajo berbeda dengan Gibran-Teguh.
"Kita sudah punya program-program untuk Solo masa depan," jawab Bagyo singkat.
Mendengar hal itu, Najwa mengungkit banyak yang mempertanyakan keseriusan pasangan Bajo dalam maju pilkada.
Ia menyinggung bahkan banyak yang menilai Bajo sengaja diloloskan agar Gibran-Teguh tidak melawan kotak kosong.
"Masyarakat sudah cerdas, masyarakat Solo sudah tahu semua. Nuwun sewu, bahwa yang namanya Bajo dengan kata-kata settingan itu rasanya kok terlalu naif," komentar Bagyo saat mendengar tuduhan itu.

• Jawaban Gibran saat Ditanya soal Lompatan Politik, Najwa Shihab: Sempat Saya Tanyakan pada Ayahanda
Ia mengklaim pihaknya sudah memiliki massa, bahkan tersebar di seluruh Indonesia.
Bagyo membenarkan sebelumnya dirinya tidak pernah terlibat politik.
Menurut sang tukang jahit, segala biaya pilkada berasal dari gotong-royong warga di Komunitas Tikus Pithi.
"Jadi kelebihan Pak Bagyo, kualitas sebagai pemimpin, dibandingkan kualitas dengan calon satunya, Gibran, yang bisa ditawarkan ke pemilih apa?" singgung Najwa.
"Kalau saya, saya orang biasa. Saya tidak punya kapasitas untuk menilai diri saya. Itu yang menilai adalah Komunitas Tikus Pithi Hanata Baris," jelas Bagyo.
Ia memilih tidak menilai kelebihan dirinya sendiri.
Bagyo yakin masyarakat Solo sudah cukup cerdas untuk menilai dirinya.
Hal itu lalu menarik perhatian presenter Najwa Shihab.
"Kalau Pak Bagyo saja tidak tahu kelebihan Pak Bagyo, bagaimana strategi meyakinkan pemilih?" tanya dia.
"Saya 'kan orang Solo. Orang Solo itu simpel, artinya harus nguwongke, kita unggah-ungguh, tata krama," jelas Bagyo.
Lihat videonya mulai dari awal:
Tim Bajo Jawab Tudingan Jadi 'Boneka' Gibran di Pilkada Solo
Memiliki latar belakang sebagai seorang tukang jahit, Bagyo Wahyono berani menantang putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan Wali Kota Solo di Pilkada 2020 nanti.
Langkah Bagyo berani maju menghadapi Gibran justru menuai kecurigaan bahwa Bagyo dan pasangannya sengaja dibuat sebagai calon boneka supaya Gibran tidak melawan kotak kosong.
Menanggapi isu jadi calon boneka, tim pemenangan Bayo Wahyono - Fx Supardjo (Bajo) tegas membantah kabar tersebut.
• Umbar Prestasi Rudy-Purnomo di Solo, Gibran Sebut Tidak Ada Anak Tak Bisa Sekolah: Itu adalah Bukti
Dikutip dari TribunSolo.com, Minggu (6/9/2020), bantahan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso yang mengaku kerap mendapat isu negatif seputar langkah majunya Bajo di Pilkada Solo 2020.
"Beberapa waktu lalu banyak kita dengar di media, Bajo itu settingan, Bajo itu boneka. Itu sangat tidak benar," tegas Sigit, Minggu (6/9/2020).
"Bajo murni koalisi Tikus Pithi Hanoto Baris dengan masyarakat," tambahnya.
Sigit menyebut ada kemungkinan masyarakat mulai percaya akan isu Bajo hanyalah calon boneka di Pilkada Solo 2020.
"Untuk itu, berharap sekiranya saat ini bisa menyampaikan masyarakat mungkin hampir terbius," ujar Sigit.
Pihaknya kembali menyerahkan semuanya ke masyarakat untuk menilai.

"Tapi kita lihat nanti. Masyarakat yang menentukan. Kita tidak terkait, tidak terhubung dengan pihak manapun, kecuali masyarakat Solo," tutur Sigit.
Sigit berharap proses Pilkada Solo dapat berjalan lancar tanpa ada kecurangan apapun.
"Kita buktikan bersama-sama nanti kita berharap semua pihak bisa mendukung agar pencalonan Pilkada Solo betul betul pemilihan yang elegan," ucapnya.
"Pemilihan yang jujur dan bersih tanpa ada hal-hal yang bertentangan dengan regulasi yang ada," tandasnya.
Pada Minggu, (6/9/2020), pasangan Bajo telah resmi mendaftar sebagai Peserta Pilkada Solo 2020 ke KPU Kota Solo.
Menunggangi kuda berangkat ke KPU, konvoi pasangan Bajo diikuti oleh para simpatisannya yang nampak memegang sebuah papan yang berisi berbagai macam tulisan.
Satu di antaranya adalah 'KAMI BUKAN BONEKA'. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)