Kabar Tokoh
Disebut Najwa Shihab 'Menteri Segala Urusan' dan Paling Powerful, Luhut Tersenyum: Persepsi Silakan
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini diberi tugas khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini diberi tugas khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani pandemi Covid-19.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (23/9/2020).
Penugasan itu lalu menarik perhatian presenter Najwa Shihab.

• Luhut Buka Suara di Mata Najwa Alasan Jokowi Tunjuk Dirinya Bukan Menkes Terawan Tangani Covid-19
Pasalnya diketahui Luhut pernah menjabat berbagai posisi menteri dan jabatan lainnya di Istana.
"Pak Luhut, saya harus tanya karena yang jelas penunjukkan tugas khusus ini yang presiden meminta spesifik Anda lakukan," singgung Najwa Shihab.
Ia mengungkit banyak asumsi bahwa Luhut kerap diberi berbagai tugas yang bahkan tidak dipercayakan kepada orang lain.
"Itu menambah persepsi bahwa Luhut Binsar Pandjaitan itu memang 'menteri segala urusan', semuanya bisa diurus Pak Luhut," lanjut Najwa.
Najwa menanyakan tanggapan Luhut terkait persepsi yang muncul tersebut.
"Enggak ada yang salah, persepsi silakan saja, haknya orang," jawab Luhut Pandjaitan.
Ia merasa tidak perlu memusingkan asumsi masyarakat terkait citra dirinya.
"Yang penting bisa saya selesaikan atau tidak," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.
"Saya pikir selama ini yang diperintahkan presiden, belum ada yang saya enggak selesaikan," lanjutnya.
• Jokowi Ancam Reshuffle, Pengamat Sebut 9 Menteri Ini Patut Dievaluasi: Luhut hingga Budi Karya
Najwa kembali pada pertanyaan terkait asumsi masyarakat terhadap mantan Menko Polhukam sekaligus mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini.
"Bahwa kemudian menjadi perbincangan, Pak Luhut itu sangat powerful, sangat berkuasa, tahap gelarnya harusnya sudah Perdana Menteri," singgung Najwa.
"Apakah Anda aware atas pandangan-pandangan itu, bahwa orang melihat Luhut Binsar Pandjaitan itu berpengaruh sekali?" tanya dia.
Mendengar pertanyaan Najwa Shihab, Luhut hanya tersenyum.
"Ya, 'kan Anda lihat saya biasa saja. Apa yang berubah dari saya, 'kan enggak ada," jawabnya singkat.
Diketahui berbagai posisi yang pernah dijabat Luhut adalah Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999–2000), Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional (2000–2001), Pangkat Jenderal TNI (1999), Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (2015–2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019), dan yang tengah dijabat saat ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–sekarang).
Lihat videonya mulai menit ke-7:30:
Luhut Singgung Pihak yang Buat Kerumunan karena Birahi Kekuasaan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti sikap masyarakat yang masih nekat melakukan kerumunan di tengah pandemi Covid-19 atau Virus Corona.
Luhut juga menyinggung ada pihak yang memang sengaja menggelar kegiatan yang padahal justru mengundang adanya kerumunan.
Apalagi dikatakannya kegiatan tersebut memiliki tujuan yang mengarah ke politik.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa 'Trans7' Rabu (23/9/2020).
• Saat Najwa Shihab Titip Salam ke Luhut untuk Menkes Terawan: Apakah Ada yang Batasi Kemunculannya?
"Saya imbau kalau tidak kita membuat kita disiplin siapa lagi," ujar Luhut.
"Jadi misalnya berkumpul rame-rame itu, seperti misalnya ada orang, ada pikiran-pikiran politiknya, dikontrol-lah birahi kekuasaannya dulu," ujar Luhut.
"Karena akibat dari dia itu, bahwa ada kluster sadar enggak bahwa dengan kumpul-kumpul rame itu bisa kena dan mati, hanya karena birahi kekuasaan saja, birahi politik saja," jelasnya,
Menurutnya, kegiatan yang mengundang massa banyak tidak tepat untuk dilakukan pada waktu sekarang ini.
Tidak bisa dipungkiri, hal itu tentunya memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Luhut menambahkan bahwa saat ini yang dibutuhkan bukanlah hanya memikirkan kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan, melainkan seluruh masyarakat di Tanah Air.
"Itu saya kira harus dikendalikan dalam konteks sekarang ini, setelah ini selesai anda mau demo atau apa suka-suka di situ," katanya.
"Tetapi hari ini kau punya tanggung jawab, mungkin bintangmu 4, mungkin kau mantan menteri, mantan ketua ini, 'but you have a responsibility to the people love Republic of Indonesia - (tetapi Anda memiliki tanggung jawab untuk orang-orang cinta Republik Indonesia)'," jelasnya.
• Luhut Buka Suara di Mata Najwa Alasan Jokowi Tunjuk Dirinya Bukan Menkes Terawan Tangani Covid-19
Namun Luhut tidak mengatakan secara lugas pihak yang dimaksudkan tersebut.
Oleh karenanya, Najwa Shihab memintanya supaya mengatakan secara spesifik pihak yang dimaksud.
Dirinya lantas menanyakan apakah yang dimaksud oleh Luhut adalah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang belakangan memang melakukan deklarasi di berbagai daerah di Indonesia.
Terakhir yaitu dilakukan di Magelang, Jumat (18/9/2020).
Tetap saja, Luhut tetap tidak ingin terbuka, menurutnya apa yang disampaikan tersebut ditujukan untuk semua pihak yang merasa melakukannya.
"Pak Luhut saya mau tanya langsung spesifik to the point yang anda maksutkan deklarasi KAMI di Magelang beberapa waktu yang lalu itu yang birahi politiknya tidak bisa dikendalikan," tanya Najwa Shihab.
"Najwa enggak usah ngadu-ngadu, enggak perlu spesifik, siapa saja yang merasa itu silakan," jawabnya.
"Saya sudah katakan kalau sebagai warga negera renungkan setiap tindakamu dalam situasi krisis macam ini, jangan kamu sok paling pahlawan, sok paling bersih," jelasnya menutup. (TribunWow.com/Brigitta/Elfan)