Terkini Daerah
Detik-detik Briptu Andry sebelum Ditemukan Tewas di Pondok Ranggon: Jam 02.30 Pamit, tapi Tak Jelas
Keluarga anggota Polri, Briptu Andry Budi Wibowo (29) mengungkap hal yang dilakukan almarhum sebelum tewas.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Keluarga anggota Polri, Briptu Andry Budi Wibowo (29) mengungkap hal yang dilakukan almarhum sebelum tewas.
Diketahui Briptu Andry tewas di Jalan Sapi Perah, Pondok Rangon, Jakarta Timur pada Kamis (18/9/2020).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (18/6/2020), seorang keluarga bernama Mega Putri Maharani (21) mengungkap kesaksiannya.
• Briptu Andry Tewas di Pondok Ranggon Ternyata Korban Tabrak Lari Oknum TNI, Sempat Dikira Dibegal
Mega menjelaskan, Andry pamit untuk keluar rumah pada sekitar pukul 02.30 WIB.
Namun, Andry tak menjelaskan ke mana dirinya akan pergi pada dini hari tiu.
Saat itu, Mega mengaku sempat mencurigai mobil Daihatsu Grandmax warna silver parkir di depan toko gas.
Toko gas itu berada di samping rumah korban.
• Sosok Briptu ABW, Polisi yang Tewas di Pondok Ranggon Ternyata Desersi yang Sedang Jalani Sidang
Mega menaruh curiga lantaran mobil tersebut terparkir sejak pukul 02.00 hingga pagi hari.
"Itu mobil dari dini hari sampai pagi masih ada," kata Mega.
Mega sendiri sempat menghampiri mobil tersebut dan bertanya.
Orang yang ada di mobil itu mengatakan dirinya tengah menunggu parsel.
"Saya sempat nanya kenapa nungguin parsel? Soalnya enggak balik-balik. Kata dia ini tukang gas mau ngambil parsel," jelas Mega.
Lantaran tak mau berpikiran lebih jauh, Mega lantas kembali masuk ke dalam rumah.
Beberapa jam kemudian pada sekitar pukul 05.30 WIB, pihak keluarga mendapat informasi bahwa Andry tewas.
Korban Tabrak Lari
Setelah ditelusuri polisi, Briptu Andry diduga tewas ditabrak oknum anggota TNI yang kemudian melarikan diri.
"Ada indikasi korban anggota Polri adalah tabrak lari. Kemudian dilakukan penyelidikan, diamankan seseorang memang anggota TNI," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).
Yusri menyebutkan, oknum TNI itu udah dibawa ke Pangdam Jaya.
"Satu orang, kita amankan kemarin. Sekarang kita serahkan ke Pomdam Jaya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Yusri.
Yusri menjelaskan, kecurigaan polisi pada oknum anggota TNI itu berdasarkan plat nomor di Tempat Kejadian Perkara.
"Pada saat itu memang ada plat nomor di TKP. Indikasi arahnya ke sana," katanya.
• Terungkap Penyebab Kematian Briptu ABW yang Ditemukan Penuh Darah di Pondok Ranggon, Bukan Dibegal
Sedangkan sebelumnya, Briptu Andry sempat diduga tewas karena akibat korban begal.
Namun, saat ditelusuri tidak ada barang yang hilang.
Seorang keluarga bernama Mega Putri Maharani (21) menyebutkan tak ada barang korban yang dicuri.
Sedangkan motor Briptu Andry juga masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Bukan korban begal. Masih ada dompet, HP, dan motornya ditemukan sekitar beberapa meter dari lokasi kejadian," katanya.
Sosok Briptu Andry
Terkait sosok Briptu Andry, korban ternyata sudah lama meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri.
Dikutip dari WARTAKOTAlive.com, Kamis (17/9/2020), korban ternyata merupakan anggota desersi yang tengah menjalani proses sidang di Propam Mabes Polri.
"Yang bersangkutan adalah anggota Sat Mabes Polri dan merupakan anggota desersi, yang sedang dalam proses sidang di Propam Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).
Berdasarkan penjelasan Yusri, proses persidangan Briptu Andry tinggal menunggu keluarnya putusan.
"Desersi maksudnya adalah anggota yang meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Polri, cukup lama."
"Sudah dalam proses sidang dan tinggal sekali lagi berupa sidang putusan," kata Yusri.
Yusri tidak menutup kemungkinan korban tewas karena dibunuh.
"Indikasinya koban adalah korban pembunuhan atau korban laka lantas, masih didalami," kata Yusri.
Dikutip dari TribunJakarta.com, Kamis (17/9/2020), keluarga korban mengatakan Briptu Andry sudah lima tahun bertugas di Divisi Propam Polda Metro Jaya.
Adik ipar korban, Mega Putri Maharani (21) mengatakan, korban merupakan anak keempat dari empat bersaudara.
Selama hidupnya korban dikenal sebagai orang yang ramah dan memiliki banyak teman.
"Almarhum belum menikah, dia anak keempat dari empat bersaudara. Dia orangnya baik, banyak teman. Tapi kalau ada masalah enggak pernah cerita," ujar Mega. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Anung Malik)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Polisi Militer Terlibat Olah TKP Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon, Anggota TNI Diamankan Terkait Kematian Polisi di Pondok Ranggon dan di Warta Kota dengan judul Anggota Polri Tewas Bersimbah Darah di Pondok Ranggon adalah Polisi Desersi dari Mabes Polri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jenazah-briptu-andry-budi-wibowo-saat-tiba-di-rumah-duka-cipayung-jakarta-timur-kamis-1792020.jpg)