Breaking News:

Terkini Ibu Kota

Dukung Anies Baswedan Berlakukan PSBB Jakarta, Ini Kata JK Riuh Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat

Mantan Wapres Jusuf Kalla mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta berlakukan kembali PSBB terkait lonjakan kasus Covid di Ibu Kota.

Pemprov DKI
Gubernur Anies Baswedan mengumumkan bahwa Jakarta akan memberlakukan kembali PSBB terkait lonjakan kasus Covid di Ibu Kota. Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) pun mendukung langkah Anies Baswedan. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Wapres Jusuf Kalla yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) mendukung pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai Senin 14 Agustus 2020.

JK mengatakan, jumlah warga DKI Jakarta yang terjangkit Covid-19 terus mengalami penambahan atau lonjakan.

Jusuf Kalla dukung PSBB di Jakarta
Jusuf Kalla dukung PSBB di Jakarta (Foto HO/ Tribunnews)

Untuk itu, kata JK, PSBB merupakan langkah tegas yang harus diambil demi menghindari penularan yang semakin massif dan mencapai tingkat yang sangat membahayakan.

Pernyataan tersebut disampaikan JK usai melakukan launching penyerahan 3.900 alat semprot disinfektan mandiri kepada seluruh masjid yang ada di wilayah DKI Jakarta di Masjid Agung Sunda Kelapa, Minggu (13/09/2020).

“Untuk PSBB mau tidak mau kita harus ikuti karena memang faktanya terjadi peningkatan, dengan segala upaya yang telah kita tempuh dan harapan kita grafiknya akan landai tapi yang terjadi justru makin naik."

"Artinya sesuatu yang tegas harus dilaksanakan kalau tidak akan mencapai puncak lebih tinggi akan lebih berbahaya lagi,” kata JK dalam rilis yang diterima Tribun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB, dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/9/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB. (Capture YouTube Najwa Shihab)

 

Beri Saran soal PSBB DKI Jakarta, Hotman Paris Beberkan Balasan WA dari Anies Baswedan: Dikabulkan

Menanggapi adanya pertentangan antara Pemerintah DKI dan Pemerintah pusat terkait pelaksanaan PSBB, menurut JK, hanya soal metodologi penanganan wabah.

JK berharap tidak perlu meperdebatkan hal di atas, mengingat Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk mengutamakan kesehatan dibanding ekonomi.

“Itu hanya soal cara saja, saya baca semalam sampai pagi ini masih rapat untuk bersinergi mengenai itu."

"Jangan lupa Presiden sendiri telah mengemukakan dengan lugas bahwa kesehatan harus diutamakan, jadi saya rasa pemerintah Pusat dan Provinsi tidak perlu saling bertentangan,” ujarnya.

JK mengungkapkan, yang terpenting dalam menangani Covid-19 adalah menangani terlebih dahulu sebabnya, dalam hal ini virus Covid-19, kemudian akibatnya yaitu penurunan laju ekonomi.

Menurut JK, apabila wabah bisa ditangani maka ekonomi akan dapat berjalan kembali.

“Ini kan masalah sebab akibat saja, yang menjadi sebab adalah pandemi Covid-19, yang berakibat turunya ekonomi jadi sebabnya dulu yang diselesaikan."

"Karena alat produksi tetap ada, seperti hotel, moda transportasi, hanya permintaannya saja yang kurang. Dan ketika sebab utamanya hilang maka ekonomi akan lancar lagi. Jadi sebabnya dulu yang diselesaikan,” ujar JK. (*)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved