Terkini Daerah
Diduga Dipukuli Oknum Polisi, Bocah 13 Tahun di Makassar Disuruh Mengaku Terluka karena Jatuh
Viral bocah berusia 13 tahun di Makassar yang babak belur diduga dipukuli oleh oknum polisi karena dikira ikut terlibat dalam aksi tawuran.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Foto Korban Viral
Kabar dugaan korban dipukuli oknum polisi viral di media sosial setelah pemilik akun Abdul Karim Makassae mengunggah info tersebut di akun media sosial Facebook.
Dalam unggahan itu, Karim menuliskan kronologi korban yang diduga dipukul oleh oknum polisi.
"As-Salamu 'Alaykum Tabe' saudaraku Kalau polisi salah tangkap memang harus dipukul sampai berdarah2...muka,wajah sampai2 keluar darah dari mulut dan dihitung TDK sampai disitu kau injak pakai sepeda motor rossimu trus kau suruh org mengaku dan kau ancam klw TDK mengaku TDK dilepas.!!!
Terimakasih banyak pak wartawan yg saya sangat Hormati yang telah mau membantu beban memikul beban kami.
Orang tua mana yg tega anaknya dipukuli apalagi baru lulus sekola dasar ( SD )
Hentikan kebiasaan buruk pak polisi yg selalu lepas tangan "salah tangkap" tapi pukulanmu tdk meleset .... Saya tunggu permintaan ma'af drmu pak polisi yg saya hormati sekta 6 makassar dekat masjid Al-Markaz
Tabe' saudaraku dgn kekuatan kalian , InsyaAllah ini bisa viral," tulis akun Abdul Karim Makassae.
Pada unggahan itu disertakan juga foto korban yang mengalami lebam di bawah mata.
• Kisah Nenek Penjual Buah Ditipu Uang Mainan Rp 50 Ribu, Viral di Medsos, Polisi Buru Pelaku
Tak Sengaja Kena Tangan
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo kemudian menjelaskan duduk perkara kasus yang viral itu melalui tayangan Kabar Petang di TvOne, Selasa (25/8/2020).
Ia mengklarifikasi apa yang dialami MF bukan penganiayaan, melainkan terjadi karena tidak sengaja.
"Klarifikasi saya itu bukan dianiaya, tapi karena memang kena tangan pada saat dilakukan pengamanan secara tidak sengaja," tegas Ibrahim Tompo.
Sebelumnya ia menjelaskan kronologi berawal dari peristiwa tawuran yang terjadi pada Jumat (21/8/2020) malam.
"Saya klarifikasi bahwa sebenarnya kejadian berawal dari peristiwa tawuran yang terjadi pada malamnya," paparnya.
Ia menjelaskan saat itu polisi mendapat laporan adanya perkelahian antarkelompok masyarakat di kawasan Bontoala.