Breaking News:

Terkini Nasional

Kata Pengamat soal Pernyataan Waketum Demokrat Ibas yang Bandingkan Krisis Jokowi dengan Era SBY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sempat menyinggung kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.

Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne
Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Jumat (7/8/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sempat menyinggung kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.

Dilansir TribunWow.com, Ibas juga membandingkannya dengan kesuksesan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada edisi 2004 hingga 2014.

Pernyataan dari Ibas tersebut lantas mendapat beragam tanggapan dari banyak pihak, terlebih dari pro pemerintah saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sempat menyinggung kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sempat menyinggung kondisi ekonomi yang terjadi saat ini. (Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne)

 

 Sinyal Koalisi Gerindra-PDIP di Pilpres 2024, Effendi Gazali: Siapa yang Pernah Sebut Prabowo-Puan?

Beri Sambutan di KLB Gerindra, Jokowi Singgung Program Ketahanan Pangan Prabowo Subianto

Sementara itu menurut Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi, kondisi krisis yang terjadi dua era, yakni zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo (Jokowi) itu sangat berbeda.

Dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Jumat (7/8/2020), Burhanudin mulanya memang mengakui bahwa berdasarkan fakta, sempat ada pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada pemerintahan SBY, yakni sebesar 6,81 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi tertinggi di era Jokowi adalah 5,17 persen, yaitu terjadi pada tahun 2018.

Namun dirinya menggarisbawahi bahwa pada akhir masa pemerintahan SBY, tercatat mengalami penurunan dan terakhir sebelum diambil alih oleh Jokowi pada tahun 2014 adalah 5,02 persen.

"Saya bukan ekonom, tetapi kalau kita lihat, sebenarnya data pertumbuhan ekonomi zaman Pak SBY memang betul ada lebih tinggi bahkan 6,81 persen, tapi setahun sebelum beliau memberikan tongkat estafet kepada Pak Jokowi sebagai pemenang Pemilu 2014 trennya sudah turun," ujar Burhanudin.

"Jadi pernah di 2013 pertumbuhan ekonomi cuman 5,56 persen, bahkan di 2014 di mana sepuluh bulan itu dipegang Pak SBY, karena Pak Jokowi dilantik 20 Oktober 2014, itu cuman 5,02 persen," sambungnya.

Lebih lanjut, Burhanudin mengatakan bahwa keduanya pernah sama-sama merasakan krisis.

Krisis pada era SBY terjadi pada tahun 2008.

Dahlan Iskan Anggap Erick Thohir Sulit Dilawan: Kaya Raya dan Dekat dengan Presiden Jokowi

Namun menurutnya tidak bisa lantas dibandingkan krisis yang terjadi pada 2008 dengan yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19.

Dikatakannya bahwa krisis tahun 2008 hanya berdampak pada sektor finansial, sedangkan waktu ini bisa dikatakan semua sektor terkenda imbasnya.

"Kalau dibandingkan dengan krisis 2008, menurut saya tidak apple to apple," ungkap Burhanudin.

"2008 itu yang terkena itu adalah sektor finansial, zaman Pak Jokowi sekarang karena pandemi dan bukan hanya Indonesia, itu merata, bahkan UMKM pun terkena," jelasnya.

"Jadi memang sekarang pada posisi yang sulit dan tidak bisa dibandingkan seluruhnya," pungkasnya.

Punya Hubungan dengan Jokowi, Gerindra Pastikan Dukung Gibran Rakabuming di Pilkada Solo 2020

Simak videonya mulai menit ke- 9.37

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Partai DemokratSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)JokowiEdhie Baskoro YudhoyonoBurhanudin Muhtadi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved