Breaking News:

Terkini Daerah

Terlanjur Kirim Foto Telanjang, Wanita Pencari Kerja Diperas HRD Gadungan: Saya Baru Lulus Sekolah

Berpura-pura menjadi staf HRD, seorang sopir angkot berhasil menipu belasan wanita untuk mengirim foto telanjang dengan alasan tes keperawanan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Sigiro mendengarkan pengakuan korban penipuan HRD palsu yang juga berbuat cabul kepada korbannya. 

TRIBUNWOW.COM - Semangat SA mencari kerja untuk mendapat penghasilan justru berbuah pengalaman pahit.

Wanita di Cimahi, Jawa Barat itu menjadi satu dari belasan korban penipuan staf Human Resource Department (HRD) yang dimintai foto telanjang dengan alasan tes keperawanan perusahaan.

Setelah percaya memberi foto telanjang, hidup SA kian sengsara karena dirinya terus menjadi korban pemerasan pelaku.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki menginterogasi pelaku penipuan dan pencabulan yang mengaku sebagai HRD di satu perusahaan di KBB.
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki menginterogasi pelaku penipuan dan pencabulan yang mengaku sebagai HRD di satu perusahaan di KBB. (tribunjabar/daniel andrean damanik)

Sakit Hati Disebut Maling, Pria di Tegal Bunuh Pasangan Suami dan Istri yang Tengah Hamil 9 Bulan

Dikutip dari TribunJabar.id, Senin (3/8/2020), penipuan itu didalangi oleh Suherman (24), seorang sopir angkot yang memanfaatkan kelihaiannya dalam berkomunikasi untuk berpura-pura menjadi staf HRD.

Pertemuan SA dengan pelaku dimulai saat dirinya tertarik dengan sebuah lowongan pekerjaan di suatu pabrik susu ternama di Indonesia.

"Awalnya saya melihat status WhatsApp teman saya tentang adanya lowongan pekerjaan di PT Ultra Jaya, saya tertarik," kata SA saat ditanyai oleh Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes R Sigiro, Senin (3/8/2020).

"Kemudian saya mencoba dan direspons oleh pelaku di kolom komentar Facebook. Saya diminta untuk membuat lamaran," sambungnya.

SA belum menyadari bahwa orang yang merespons dirinya di Facebook adalah seorang sopir angkot yang bepura-pura menjadi staf HRD.

Seusai menuruti permintaan tersangka untuk membuat lamaran, korban diajak tersangka untuk bertemu di daerah Pertigaan Cimareme, Kabupaten Bandung Barat.

Sehari setelah bertemu langsung, SA dimintai sejumlah uang untuk mengurus proses administrasi supaya lancar dalam proses penerimaannya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved