Terkini Nasional

Indonesia Rentan Masuk Jurang Ekonomi Susul Korea Selatan dan Singapura, Pemerintah Siapkan Langkah

Indonesia disebut rentan memasuki jurang resesi ekonomi menyusul Singapura dan Korea Selatan.

Instagram @jokowi
Staf Khusus Andi Taufan dan Putri Tanjung saat dampingi Presiden Jokowi melihat stan UMKM di Subang 

Febrio mengatakan pihaknya melihat bahwa ada peluang untuk mengembalikan laju perkembangan perekonomian tahun ini dan keluar dari zona minus, terutama melalui program pemulihan.

"Kita ingin push lebih banyak di Q3, karena kita ingin menghindari pertumbuhan yang negatif di Q3. Karena bukan semata-mata untuk pertumbuhannya positif atau negatif, tapi memang perlambatan ekonomi, yang biasanya [tumbuh] 5%, sekarang kalau untuk tahun ini kita sedang berusaha untuk berada di sekitar 0% atau positif persen," ujar Febrio.

Di antaranya, jelas Febrio, adalah dengan menunjang konsumsi masyarakat, terutama untuk kelompok yang paling rentan.

"Sudah banyak yang jalan. Mulai dari pertama kita bagi dari sisi rumah tangga, itu program perlindungan sosial Rp203 triliun. Itu sampai akhir tahun itu bayarnya bulanan, jadi sampai akahir tahun itu akan habis. Sejauh ini capaiannnya itu sudah 40%," kata Febrio.

Ia menambahkah bahwa upaya pemerintah juga tertuju pada sektor produksi yang paling rentan, yaitu sektor informal, serta sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) secara keseluruhan.

"Program-program pemulihan ekonominya itu diarahkan kesana, mulai dari subsidi bunga, lalu OJK memberikan restrukturisasi bagi mereka, jadi bisa menunda pembayarannya. Lalu, pemerintah, sudah satu bulan ini melakukan penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM. Dalam satu bulan sudah ada Rp 31 triliun yang masuk dalam pipeline untuk kredit modal kerja, mayoritas untuk UMKM.

"Di samping itu pemerintah juga melakukan penempatan dana di perbankan, penempatan dana murah - itu bunganya 3,4%. Jadi perbankan bisa menyalurkan dana itu, lalu dijamin juga oleh pemerintah," tutur Febrio.

Dr R Agus Trihatmoko: Fokus pada Perekonomian Dalam Negeri sebelum BUMN Go Global

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai perlunya evualuasi stimulus-stimulus yang ada karena pelaksanaannya belum efektif.

"Sekarang yang diandalkan satu-satunya adalah belanja pemerintah. Maka dengan tesis itu, yang perlu adalah bagaimana realisasi stimulus kesehatan, stimulus UMKM dan juga stimulus dunia usaha, bantuan sosial itu juga, setidaknya di kuartal ketiga mengharapkan 80% lebih penyerapannya," kata Bhima.

Apakah akan seburuk Korea Selatan dan Singapura?

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved