Breaking News:

Terkini Nasional

Indonesia Rentan Masuk Jurang Ekonomi Susul Korea Selatan dan Singapura, Pemerintah Siapkan Langkah

Indonesia disebut rentan memasuki jurang resesi ekonomi menyusul Singapura dan Korea Selatan.

Instagram @jokowi
Staf Khusus Andi Taufan dan Putri Tanjung saat dampingi Presiden Jokowi melihat stan UMKM di Subang 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia disebut rentan memasuki jurang resesi ekonomi menyusul Singapura dan Korea Selatan.

Hal ini berdasarkan pada penyusutan pertumbuhan ekonomi di akhir kuartal ketiga, atau bulan September, di tengah kontraksi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menyusut 'sangat dalam' pada kuartal kedua, yakni diperkirakan minus 4,3 persen.

Pemerintah kini tengah menggencarkan upaya mendongkrak ekonomi demi menghindari resesi.

Sempat Ditunda karena Covid-19, Pabrik Hyundai Ditargetkan Groundbreaking pada Oktober 2020

Sempat Jalani Tes Swab Covid-19, Jokowi Sampaikan Hasilnya: Alhamdulillah Negatif, Ibu juga Negatif

Pakar ekonomi mengatakan masuknya Korea Selatan dan Singapura dalam resesi menjadi indikator bahwa Indonesia juka akan mengalami nasib yang sama, mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra-mitra perdagangan yang cukup besar.

Meski demikian, dampak yang dialami Indonesia kemungkinan tidak akan sedalam kedua negara tersebut jika mampu mendorong laju perekonomian domestik.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan selain berperan sebagai mitra perdagangan penting, Korea Selatan dan Singapura juga memiliki kontribusi yang cukup besar dari segi penanaman modal asing untuk Indonesia.

Padahal modal asing pun sudah mengalami penurunan pada April hingga Juni, kata Bhima.

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi asing untuk kuartal kedua 2020 melambat sebesar 6,9 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Bhima juga sebut bahwa perlambatan juga terjadi dalam kinerja domestik.

"Kita melihat juga adanya kecenderungan konsumen untuk menahan belanja, lebih banyak melakukan saving. Kemudian dari sisi kinerja industry manufaktur itu juga melemah, ditunjukkan oleh PMI, atau Purchasing Managers' Index manufaktur itu berada di bawah angka 50, artinya industri cenderung tidak melakukan ekspansi, menahan diri," tutur Bhima via telepon, Minggu (26/7/2020).

Resesi ekonomi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi minus, atau berada di bawah 0 persen, selama dua kuartal berturut-turut.

Kementerian Keuangan memperkirakan penurunan yang terjadi pada kuartal kedua, yaitu periode April hingga Juni, berada di minus 4,3 persen.

Bhima memprediksi kondisi yang serupa akan berlanjut pada kuartal berikutnya.

"Jadi resesi kemungkinan besar kita masuk pada kuartal ketiga 2020, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi minus 2-3%, secara year-on-year. Jadi itu nanti akan mengkonfirmasi kita akan masuk dalam resesi ekonomi," kata Bhima.

Saat Jokowi Senang Dapat Angka Positif soal Ekonomi: Setiap Pagi Sarapannya Angka

Bagaimana upaya pemerintah?

Pemerintah mengaku telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi resesi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu, menjelaskan bahwa pemerintah akan memfokuskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada kuartal ketiga dan keempat demi mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.

"Jadi memang kalau kita lihat tanda-tandanya di Q2 itu memang sangat dalam. Sejauh ini, Kementerian Keuangan memprediksi itu berada di minus 4,3%," kata Febrio melalui telepon, Minggu (26/07).

Namun, ia menyebutkan bahwa pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak pertengahan Juni telah mulai mendorong aktivitas perekonomian, di antaranya melalui peningkatan mobilitas dan permintaan kredit modal kerja di perbankan.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved